Tigris Trade adalah bursa perpetuals terdesentralisasi yang menggunakan penetapan harga aset sintetis berbasis oracle — trader membuka posisi langsung terhadap kontrak penyelesaian global yang didukung oleh staker tata kelola bukan pool LP, dengan posisi diselesaikan pada harga oracle tanpa dampak harga dari ukuran posisi mana pun.
Gambaran Umum
Diluncurkan di Arbitrum dan kemudian Polygon dan BNB Chain, Tigris Trade membangun mekanisme perpetuals yang lebih dekat ke model gTrade Gains Network daripada model GLP GMX. Alih-alih LP menyediakan likuiditas yang diperdagangkan oleh trader, posisi Tigris didukung secara sintetis oleh jaminan tata kelola protokol dan diselesaikan pada harga oracle Chainlink.
Ini menghilangkan dampak harga untuk posisi besar (perdagangan dieksekusi pada harga oracle tanpa memandang ukuran) sambil mengalihkan risiko ke staker tata kelola yang mendukung sistem.
Perdagangan Sintetis Berbasis Oracle
Mekanisme inti Tigris Trade:
- Tidak ada counterparty pool likuiditas — perdagangan tidak dicocokkan terhadap pool LP; posisi dibuka sebagai kontrak sintetis yang diselesaikan pada harga oracle
- Penyelesaian oracle — saat posisi ditutup, PnL dihitung murni dari harga masuk versus harga penyelesaian oracle saat penutupan
- Tanpa dampak harga — ukuran posisi mana pun dieksekusi pada harga oracle (tidak ada slippage dari kurva AMM atau kedalaman order book)
- Mekanisme pendukung — solvabilitas protokol didukung oleh aset tata kelola yang di-stake (tigUSD yang di-stake oleh peserta tata kelola)
tigUSD: Stablecoin Protokol
Tigris memperkenalkan tigUSD, stablecoin asli protokol:
- Minting — tigUSD dicetak dengan menyetor aset jaminan yang diterima (USDC, stablecoin lainnya)
- Staking sebagai pendukung — tigUSD yang di-stake mendukung kewajiban posisi sintetis protokol (membayar trader yang menang)
- Reward — Staker tigUSD mendapat bagian biaya protokol yang dihasilkan dari perdagangan
Token Tata Kelola
Token tata kelola Tigris mendapat reward dari biaya protokol dan digunakan untuk voting pada parameter protokol termasuk pasangan yang didukung, leverage maksimum, dan tingkat biaya.
Kritik
- Risiko model sintetis — Model perpet sintetis bergantung pada solvabilitas sistem backing; stres pasar ekstrem dapat menguji apakah staker cukup untuk menutup kerugian besar.
- Persaingan ketat — GMX, dYdX, Hyperliquid, dan Gains Network mendominasi segmen DEX perpetuals dengan TVL dan volume jauh lebih besar.
- Adopsi rendah — Tigris Trade tetap relatif kecil dibanding kompetitor utama; volume harian jauh di bawah pemimpin pasar.
- Risiko oracle — Mengandalkan sepenuhnya pada oracle Chainlink berarti manipulasi atau downtime oracle berdampak langsung pada semua posisi aktif.
Sentimen Media Sosial
Di X/Twitter, Tigris Trade memiliki komunitas kecil tetapi setia di kalangan pengguna perpetuals Arbitrum. Di Telegram kripto Indonesia, platform ini hampir tidak dikenal — pengguna lokal lebih memilih exchange terpusat untuk perdagangan derivatif. Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Apa itu MEV di Ethereum?
- Bagaimana Kripto Menciptakan Bahasanya Sendiri
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Dokumentasi Tigris Trade: arsitektur perdagangan sintetis berbasis oracle dan mekanisme tigUSD (https://docs.tigris.trade) — penjelasan teknis model posisi dan sistem pendukung.
- DeFiLlama: data TVL dan volume Tigris Trade vs kompetitor perpetuals (https://defillama.com/protocol/tigris-trade) — konteks pangsa pasar.
- Gains Network dokumentasi: perbandingan model gTrade vs GMX yang menjadi inspirasi Tigris (https://gains-network.gitbook.io) — latar belakang arsitektur perpet sintetis berbasis oracle.