Perpetual futures (perps) adalah jenis kontrak derivatif khusus yang dikembangkan untuk pasar kripto. Berbeda dari futures biasa yang memiliki tanggal kadaluarsa, perpetual futures tidak pernah expire — bisa dipegang selamanya selama collateral mencukupi. Ini adalah instrumen trading paling populer di kripto, dengan volume harian mencapai puluhan miliar dolar. Mekanisme uniknya adalah funding rate — pembayaran berkala antara trader long dan short yang menjaga harga perps tetap mendekati harga spot.
Cara Kerja
Funding Rate:
Masalah dengan kontrak tanpa expiry: bagaimana mencegah harga kontrak menyimpang jauh dari harga spot? Solusinya adalah funding rate:
- Jika perps diperdagangkan di atas spot (banyak yang bullish): long membayar short
- Jika perps diperdagangkan di bawah spot (banyak yang bearish): short membayar long
- Funding rate biasanya dibayarkan setiap 8 jam
- Rate positif = lebih banyak yang long → long bayar short
- Rate negatif = lebih banyak yang short → short bayar long
Mark Price:
Harga yang digunakan untuk menghitung unrealized P&L dan memicu liquidasi. Dihitung dari median harga di beberapa exchange, bukan last trade price di satu exchange. Mencegah manipulasi short-term.
Contoh Perhitungan:
- BTC spot: $50.000
- Kamu buka long BTC perp 10x dengan $1.000 margin → posisi $10.000
- BTC naik 5% ke $52.500 → posisi jadi $10.500 → profit $500 (50% dari margin!)
- BTC turun 10% ke $45.000 → posisi jadi $9.000 → loss $1.000 = seluruh margin → liquidasi
Sejarah
Perpetual futures diciptakan oleh BitMEX (Arthur Hayes) sekitar 2016 dan menjadi revolusi dalam pasar kripto. Sebelumnya, hanya ada futures dengan expiry yang kurang fleksibel untuk trading aktif. Model BitMEX kemudian diadopsi oleh semua exchange kripto besar.
Kesalahpahaman Umum
“Funding rate selalu merugikan trader.”
Funding rate adalah transfer antar trader, bukan biaya ke exchange. Trader yang berada di sisi minority (misal: short saat market sangat bullish) justru menerima funding rate — keuntungan tambahan.
“Perpetual futures = Bitcoin nyata.”
Tidak ada kepemilikan aset nyata. Perps adalah kontrak spekulatif berbasis harga Bitcoin, bukan Bitcoin itu sendiri.
Kritik
Perpetual futures dengan leverage ekstrem adalah “kasino kripto” menurut beberapa kritikus. Liquidasi massal perps sering memperparah volatilitas kripto — ketika banyak long dilikuidasi, tekanan jual tambahan menekan harga lebih jauh. BitMEX sendiri akhirnya kena regulatory action di beberapa yurisdiksi.
Sentimen Media Sosial
“Funding rate positif tinggi” adalah sinyal bahwa terlalu banyak yang bullish — digunakan sebagai kontrarian indikator oleh trader berpengalaman. “Long rekt” dan “short rekt” adalah ungkapan standar saat terjadi liquidasi massal. Di Indonesia, perps trading cukup populer di kalangan trader aktif.
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Bitcoin ETF 2024: Institutional Impact
- How Crypto Invented Its Own Language
- Swap crypto with ChangeNOW