OpenSea

OpenSea adalah marketplace NFT terbesar dan paling dikenal di dunia. Diluncurkan pada 2017 oleh Devin Finzer dan Alex Atallah, OpenSea memungkinkan pengguna membeli, menjual, membuat (mint), dan menjelajahi NFT dari berbagai koleksi di berbagai blockchain. Pada puncak NFT boom 2021–2022, OpenSea memproses miliaran dolar volume trading per bulan. OpenSea mendukung Ethereum, Polygon, Klaytn, Solana, dan beberapa chain lainnya.


Cara Kerja

Listing dan Buying NFT:

  • Seller: Buat listing dengan harga tetap atau auction. Tidak perlu deposit NFT ke platform — listing disimpan sebagai signed order di off-chain database OpenSea, NFT tetap di wallet
  • Buyer: Beli langsung dengan harga listing atau ajukan penawaran (offer) di bawah harga listing

Royalties:

Creator bisa set royalty percentage (misal: 5%) yang secara teori dibayar ke creator setiap kali NFT dijual ulang. Tapi enforceability royalties di marketplace menjadi isu besar di 2022–2023.

OpenSea Pro (sebelumnya Gem):

Versi advanced OpenSea untuk power traders dengan fitur bulk buying, advanced analytics, dan integrasi multi-marketplace.

Seaport Protocol:

OpenSea’s open-source smart contract protocol untuk NFT trading yang juga bisa digunakan oleh marketplace lain. Ini adalah kontribusi teknis OpenSea ke ekosistem Web3.


Sejarah

OpenSea berdiri 2017 tapi meledak di 2021 bersama NFT boom. Pernah bernilai $13 miliar di fundraise 2022. Tapi kejatuhan NFT market 2022–2023 memukul OpenSea keras — volume drop >90% dari puncak. Persaingan dari Blur (yang menawarkan fee lebih rendah dan royalty optional) merebut market share besar. OpenSea merespons dengan menurunkan fee dan membuat kebijakan royalty lebih fleksibel.


Kesalahpahaman Umum

“NFT di OpenSea disimpan di OpenSea.”

NFT sebenarnya disimpan di blockchain (Ethereum, dll.), bukan di server OpenSea. OpenSea hanya marketplace untuk tampil dan bertransaksi. Jika OpenSea tutup, NFT di wallet kamu masih ada.

“Membeli NFT di OpenSea itu aman.”

Ada banyak scam, phishing, dan NFT palsu di OpenSea. Pengguna harus memverifikasi koleksi secara manual. OpenSea bukan menjamin keaslian semua yang ada di platformnya.


Kritik

OpenSea mendapat kritik keras karena respon lambat terhadap fake/plagiarized NFT. Controversy besar di 2021: seorang karyawan OpenSea melakukan insider trading dengan membeli NFT sebelum dipromosikan di halaman muka. Persaingan dari Blur yang lebih trader-friendly memperlihatkan OpenSea tidak bergerak cukup cepat.


Sentimen Media Sosial

OpenSea adalah nama yang langsung terasosiasi dengan NFT — bahkan bagi yang tidak paham kripto pun tahu nama ini. Di Indonesia, OpenSea dikenal luas selama NFT boom tapi aktivitas turun drastis seiring penurunan pasar NFT.


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber