Nader Al-Naji adalah pendiri dan CEO DeSo (Decentralized Social) — blockchain Layer 1 yang dibangun khusus untuk aplikasi media sosial terdesentralisasi yang diluncurkan pada 2021 dengan nama BitClout — yang membangun latar belakang engineering machine learning di Google Brain sebelum beralih ke gagasan bahwa grafik media sosial, monetisasi kreator, dan social token harus dikomputasi di blockchain publik daripada dalam database platform kepemilikan, mengumpulkan ~$200 juta dari VC kripto teratas meskipun kontroversi awal yang signifikan di sekitar pendekatan peluncuran BitClout.
Latar Belakang
Nader Al-Naji belajar ilmu komputer di Princeton University kemudian bekerja di Google Brain — divisi riset deep learning Google — pada infrastruktur dan sistem machine learning. Latar belakang engineering-nya memberinya kemampuan teknis untuk merancang blockchain kustom dari awal, bukan membangun di atas platform yang ada seperti Ethereum.
Ia meninggalkan Google Brain pada 2019–2020 untuk membangun apa yang menjadi DeSo.
BitClout / DeSo
Peluncuran BitClout (Maret 2021):
Proyek diluncurkan pada Maret 2021 sebagai BitClout — dan segera menimbulkan kontroversi signifikan:
- BitClout membuat “creator coins” untuk ribuan pengguna Twitter tanpa persetujuan mereka — secara otomatis minting token spekulatif berdasarkan jumlah follower Twitter mereka
- Pengguna bisa membeli BTCLT (mata uang platform) tetapi awalnya tidak ada cara untuk menarik dana — menciptakan on-ramp satu arah
- Selebriti dan tokoh publik besar tiba-tiba memiliki pasar spekulatif atas “nilai” sosial mereka tanpa keterlibatan mereka
Meskipun kontroversi, BitClout mengumpulkan sekitar $200 juta dari investor termasuk Sequoia Capital, Andreessen Horowitz (a16z), Coinbase Ventures, dan Social Capital.
Rebranding ke DeSo:
Pada 2022, proyek diubah namanya dari BitClout ke DeSo (Decentralized Social), dengan beberapa perubahan:
- Fungsionalitas penarikan diaktifkan
- Fokus beralih ke infrastruktur blockchain yang mendasarinya
- Blockchain DeSo memposisikan diri sebagai lapisan platform untuk aplikasi sosial lainnya
Arsitektur Blockchain DeSo:
- Social primitives on-chain — Profil, postingan, follows, creator coins, NFT, dan social token disimpan langsung di state blockchain
- Creator coins — Setiap identitas di DeSo memiliki mekanisme price curve kontinu untuk creator coin mereka
- Diamond standard — Mekanisme tipping/upvoting DeSo menggunakan “diamonds” sebagai mata uang on-chain untuk apresiasi kreator
Aplikasi yang dibangun di DeSo termasuk Diamond App (Twitter-like), Desofy, dan lainnya.
Timeline
| Tahun | Kejadian |
|---|---|
| 2019–2020 | Meninggalkan Google Brain; mulai membangun BitClout |
| Maret 2021 | BitClout diluncurkan; kontroversi langsung atas creator coin tak diminta |
| Mei 2021 | Detail penggalangan $200 juta dilaporkan |
| 2022 | Rebranding ke DeSo; fungsionalitas penarikan diaktifkan |
| 2023–2024 | DeSo terus berkembang sebagai lapisan infrastruktur media sosial terdesentralisasi |
Kritik
Peluncuran BitClout minting token berdasarkan identitas Twitter orang lain tanpa persetujuan mereka menimbulkan kekhawatiran serius tentang etika dan persetujuan. On-ramp satu arah awal juga dikritik sebagai menguntungkan insider.
Sentimen Media Sosial
DeSo dan BitClout adalah nama yang dikenal dalam sejarah Web3 sosial. Di komunitas kripto Indonesia, DeSo dikenal sebagai salah satu proyek blockchain media sosial paling ambisius meski kontroversial.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Bagaimana Kripto Menciptakan Bahasanya Sendiri
- Program Poin Hanyalah Airdrop dengan Pemasaran Lebih Baik?
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- DeSo Official (https://www.deso.org) — situs resmi blockchain DeSo.
- Diamond App (https://diamondapp.com) — aplikasi sosial utama yang dibangun di DeSo.
- CoinDesk — BitClout Coverage (https://www.coindesk.com) — liputan kontroversi peluncuran.