Liquidation dalam DeFi adalah proses otomatis yang dijalankan smart contract ketika nilai collateral peminjam turun di bawah threshold keamanan yang ditetapkan protokol. Smart contract menjual sebagian atau seluruh collateral peminjam untuk melunasi pinjaman, ditambah liquidation penalty yang menjadi insentif bagi “likuidator” — pihak ketiga (sering bot MEV) yang mengeksekusi likuidasi dan mendapat potongan dari collateral sebagai reward.
Cara Kerja
Proses Liquidation Step by Step:
- Peminjam deposit 1 ETH ($2.000) sebagai collateral, meminjam $1.200 USDC (60% LTV)
- Harga ETH turun ke $1.500 → Health Factor turun mendekati 1
- Harga ETH turun ke $1.400 → Health Factor < 1 → Posisi bisa dilikuidasi
- Bot likuidator memantau mempool dan blockchain untuk posisi under-collateralized
- Likuidator membayar kembali sebagian pinjaman (misal $700 USDC)
- Likuidator menerima ETH senilai $700 + liquidation bonus (misal 5%) = $735 ETH
- Peminjam: pinjaman berkurang $700, collateral berkurang $735
Liquidation Penalty:
- Setiap protokol menetapkan liquidation bonus yang berbeda
- Aave: 5-10% tergantung aset
- Compound: 8%
- Penalty ini adalah insentif ekonomi bagi likuidator untuk bertindak cepat
Partial vs Full Liquidation:
- Sebagian besar protokol modern melakukan partial liquidation — hanya likuidasi sebesar yang diperlukan untuk mengembalikan health factor ke aman
- Ini mengurangi kerugian bagi peminjam dibanding full liquidation
Bot Likuidator:
Likuidasi DeFi dijalankan oleh bot terprogram yang memantau semua posisi di protokol dan bertindak secepat mungkin saat threshold terlewati — ini bagian dari MEV (Maximal Extractable Value).
Kesalahpahaman Umum
“Liquidation berarti kehilangan semua dana.”
Liquidation partial berarti kamu hanya kehilangan sebagian collateral (nilai pinjaman yang dilunasi + penalty). Sisa collateral dikembalikan ke wallet kamu.
“Liquidation hanya terjadi saat pasar crash besar.”
Bahkan penurunan 20-30% bisa memicu liquidation jika posisi terlalu leveraged (LTV terlalu tinggi dari awal).
Kritik
Cascade liquidation adalah risiko sistemik di DeFi: saat pasar turun tajam, banyak posisi dilikuidasi sekaligus, meningkatkan tekanan jual, menurunkan harga lebih jauh, memicu lebih banyak liquidation. Ini memperbesar volatilitas. Flash crash Maret 2020 dan Mei 2021 menunjukkan efek ini secara dramatis di protokol DeFi.
Sentimen Media Sosial
“Kena liquidate!” adalah pengalaman pahit yang sering dibagikan di komunitas kripto. Banyak user mengatur alert liquidation melalui app seperti Debank atau Instadapp. “Keep your health factor above 2” adalah saran umum untuk menghindari liquidation di kondisi market volatile.