Collateral dalam konteks DeFi adalah aset kripto yang di-deposit sebagai jaminan untuk meminjam aset lain dari protokol lending atau untuk mencetak stablecoin. Sama seperti hipotek di mana rumah menjadi jaminan pinjaman, di DeFi kamu menyerahkan kontrol sementara atas kripto kamu ke smart contract untuk mendapat pinjaman. Jika nilai collateral turun di bawah threshold tertentu (karena harga pasar berubah), protokol secara otomatis melikuidasi (menjual) collateral tersebut untuk melunasi pinjaman — ini disebut liquidation.
Cara Kerja
Loan-to-Value (LTV) Ratio:
Rasio utama dalam lending DeFi:
- Collateral $1.000 ETH, LTV 70% → bisa pinjam $700 USDC
- Collateral $1.000 ETH, LTV 80% → bisa pinjam $800 USDC (lebih efisien tapi risikonya lebih tinggi)
Liquidation Threshold:
Setiap protokol menetapkan liquidation threshold — titik di mana collateral dilikuidasi:
- Di Aave, ETH memiliki liquidation threshold 82.5%
- Jika nilai pinjaman melebihi 82.5% dari nilai collateral → likuidasi dipicu
Health Factor:
Aave menggunakan “health factor” untuk memantau posisi pinjaman:
- Health factor > 1: Aman
- Health factor = 1: Di batas liquidation
- Health factor < 1: Likuidasi segera dipicu
Jenis Collateral di DeFi:
- Kripto besar: ETH, BTC wrapped (WBTC) — collateral paling umum
- Stablecoin: USDC, DAI bisa jadi collateral di beberapa protokol
- LST (Liquid Staking Token): stETH, rETH semakin populer sebagai collateral
- RWA: Beberapa protokol menerima tokenized T-Bills sebagai collateral
Mengapa Over-Collateralized:
DeFi tidak bisa memverifikasi identitas atau reputasi kredit. Satu-satunya jaminan adalah aset on-chain. Karena kripto sangat volatile, protocol meminta collateral yang nilainya lebih besar dari pinjaman untuk mengabsorb fluktuasi harga.
Kesalahpahaman Umum
“Collateral saya hilang jika di-liquidasi.”
Saat likuidasi, collateral dijual dengan diskon kecil (liquidation penalty ~5-15%). Sisa nilai (dikurangi pinjaman dan penalty) dikembalikan ke peminjam. Kamu tidak kehilangan segalanya — hanya sebagian sebagai penalty.
“Lebih banyak collateral selalu lebih aman.”
Lebih banyak collateral menurunkan risiko likuidasi tapi mengurangi capital efficiency. Ada trade-off antara keamanan dan efisiensi.
Kritik
Kebutuhan over-collateralization membuat DeFi lending kurang efisien modal dibanding TradFi. Seseorang dengan kripto senilai $1.000 hanya bisa meminjam $500-$700 — uang “tidur” yang besar. Solusi seperti undercollateralized lending (Maple, TrueFi) mencoba mengatasi ini tapi membutuhkan kepercayaan lebih.
Sentimen Media Sosial
“Collateral ratio” dan “health factor” adalah metrik yang dipantau secara aktif oleh DeFi power users. Alert liquidation dan “protect your position” adalah konten umum di komunitas DeFi saat pasar volatil.