ERC-20 (Ethereum Request for Comments 20) adalah standar teknis untuk token fungible di blockchain Ethereum. “Fungible” berarti setiap unit token identik dan bisa saling dipertukarkan — 1 USDT sama dengan 1 USDT lainnya. Standar ini, yang diusulkan oleh Fabian Vogelsteller pada 2015 dan difinalisasi pada 2017, mendefinisikan 6 fungsi wajib dan 2 event yang harus diimplementasikan setiap smart contract token ERC-20. Hasilnya: semua token ERC-20 otomatis kompatibel dengan wallet, exchange, dan protokol DeFi yang mendukung standar ini.
Cara Kerja
6 Fungsi Wajib ERC-20:
totalSupply()— total supply token yang adabalanceOf(address)— saldo token suatu addresstransfer(to, amount)— kirim token ke address laintransferFrom(from, to, amount)— transfer atas nama orang lain (setelah diapprove)approve(spender, amount)— izinkan address lain menggunakan token kamuallowance(owner, spender)— cek berapa yang sudah di-approve
Mengapa Standar Ini Penting:
Sebelum ERC-20, setiap proyek membuat token dengan interface berbeda. Ini berarti exchange harus menulis kode baru untuk setiap token, wallet tidak bisa menampilkan token arbitrary, dan protokol tidak bisa berinteraksi generik. ERC-20 menyatukan semua ini.
Token ERC-20 Terkenal:
USDT (Tether), USDC, LINK (Chainlink), UNI (Uniswap), AAVE, MKR (MakerDAO), DAI — hampir semua token DeFi utama adalah ERC-20.
ICO Boom 2017:
ERC-20 memungkinkan siapapun membuat token baru dalam hitungan menit. Ini memicu boom ICO (Initial Coin Offering) 2017 di mana ribuan proyek menerbitkan token — banyak yang akhirnya scam.
Kesalahpahaman Umum
“Token ERC-20 dan ETH sama.”
ETH adalah native cryptocurrency Ethereum (bukan ERC-20). Token ERC-20 adalah token yang dibangun di atas Ethereum menggunakan smart contract. Ini juga menjelaskan mengapa kamu butuh ETH untuk gas fee meski mengirim USDT.
“ERC-20 hanya di Ethereum.”
Standar ERC-20 diadopsi oleh semua EVM-compatible chains — BNB Chain, Polygon, Arbitrum, Avalanche, dll. Token di chain-chain ini secara teknis mengikuti standar yang sama.
Kritik
ERC-20 memiliki kelemahan teknis yang dikenal: jika token ERC-20 dikirim langsung ke smart contract yang tidak mengenal mereka (bukan menggunakan approve+transferFrom), token bisa terkunci permanen. Ini menyebabkan jutaan dolar dana hilang. ERC-777 dan ERC-1155 mencoba mengatasi ini tapi belum sepenuhnya menggantikan ERC-20.
Sentimen Media Sosial
“ERC-20 token” adalah terminologi dasar yang dipahami semua pengguna kripto serius. Di Indonesia, pemahaman tentang ERC-20 vs native coin sering muncul di diskusi gas fee.