Arthur Breitman adalah co-founder Tezos bersama istrinya Kathleen Breitman, merancang protokol blockchain self-amending Tezos yang khas — di mana protokol itu sendiri dapat melakukan upgrade melalui proses governance on-chain di mana baker (validator) memberikan suara tentang amendemen yang diusulkan yang diuji secara otomatis di testnet sebelum aktivasi, menghindari dinamika hard fork yang kontroversial seperti yang terlihat dalam perdebatan ukuran blok Bitcoin — mengumpulkan $232 juta dalam ICO Tezos Juli 2017 (kemudian di antara yang terbesar), dan kemudian mengelola sengketa governance berkepanjangan dengan presiden Yayasan Tezos saat itu Johann Gevers yang menunda peluncuran mainnet lebih dari satu tahun.
Latar Belakang
Arthur Breitman memegang gelar master matematika dari École Polytechnique di Prancis dan master matematika keuangan dari NYU’s Courant Institute. Ia bekerja sebagai analis kuantitatif di Goldman Sachs dan peneliti kuantitatif di Morgan Stanley sebelum beralih ke riset kripto. Di bawah pseudonim “L.M. Goodman,” ia menerbitkan position paper awal Tezos pada 2014 yang mendeskripsikan konsep blockchain self-amending.
Desain Protokol Tezos
Breitman merancang Tezos di sekitar beberapa properti khas:
Self-Amending Governance
- Siapa pun dapat mengusulkan amendemen protokol
- Baker memberikan suara dalam proses multi-periode (5 periode): Proposal → Exploration Vote → Cooldown → Promotion Vote → Adoption
- Amendemen yang disetujui diaktifkan secara otomatis setelah periode pengujian
- Memungkinkan protokol berkembang tanpa hard fork — lebih dari 15 upgrade protokol telah di-deploy pada 2024
Bahasa Smart Contract Michelson
Tezos menggunakan Michelson — bahasa fungsional bertipe kuat berbasis stack yang dirancang untuk verifikasi formal. Desain memprioritaskan kebenaran dan keterbacaan kode daripada ergonomi developer.
ICO Tezos dan Krisis Governance
ICO Juli 2017 mengumpulkan $232 juta dalam BTC dan ETH — salah satu ICO terbesar dalam sejarah saat itu. Namun, Yayasan Tezos (didirikan di Zug, Swiss) dikelola oleh Johann Gevers, yang masuk ke dalam sengketa publik dengan Breitman tentang kontrol atas dana yayasan dan roadmap.
Sengketa ini menunda peluncuran mainnet lebih dari satu tahun (mainnet diluncurkan 30 Juni 2018, >12 bulan setelah ICO) dan menyebabkan beberapa gugatan class action dari investor. Gevers akhirnya mengundurkan diri dari yayasan pada Februari 2018.
Kritik
- Krisis governance pasca-ICO: Sengketa Breitman vs. Gevers adalah salah satu kontroversi governance yayasan kripto paling dipublikasikan dan merusak kepercayaan selama fase kritis.
- Dampak penundaan mainnet: Lebih dari satu tahun penundaan menyebabkan kerugian signifikan bagi investor ICO yang tidak dapat mengakses token mereka.
- Kematangan ekosistem Tezos terbatas: Meski Tezos berhasil melakukan banyak upgrade protokol tanpa hard fork, ekosistem DeFi dan NFT-nya tetap jauh lebih kecil dari Ethereum.
Sentimen Media Sosial
- r/tezos: Komunitas Tezos yang aktif. Arthur Breitman dihormati sebagai arsitek protokol tetapi sengketa governance awal masih diingat.
- X/Twitter: Arthur Breitman (@murbard) sesekali aktif di X/Twitter dengan komentar teknis dan ekonomi.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Tezos dan Arthur Breitman tidak banyak dikenal di komunitas kripto Indonesia. Tezos bukan bagian dari ekosistem kripto yang populer di Indonesia.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Mengapa Audit Smart Contract Sering Gagal
- Kripto Menciptakan Bahasanya Sendiri
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Tezos — Official Site — situs resmi Tezos.
- Tezos Position Paper by L.M. Goodman (2014) — position paper asli Tezos oleh Arthur Breitman.
- CoinGecko — XTZ — data pasar token XTZ.