TON (The Open Network) adalah blockchain dengan salah satu sejarah paling tidak biasa dalam kripto: dirancang oleh Nikolai Durov dari Telegram pada 2018, ditinggalkan setelah gugatan SEC pada 2020, kemudian dihidupkan kembali oleh developer eksternal dan direvitalisasi ketika CEO Telegram Pavel Durov secara diam-diam memeluk proyek komunitas ini — menjadikan TON sebagai lapisan kripto de facto dari platform pesan terbesar kelima di dunia.
| Stat | Value |
|---|---|
| Ticker | TON |
| Price | $1.31 |
| Market Cap | $3.26B |
| 24h Change | -0.5% |
| Circulating Supply | 2.50B TON |
| All-Time High | $8.25 |
| Contract (The Open Network) | EQAAAA...AM9c |
| Contract (Ethereum) | 0x582d...def1 |
| Contract (Binance Smart Chain) | 0x76a7...220f |
Asal Usul: ICO Telegram yang Gagal
2018-2019:
Nikolai Durov (CTO Telegram dan co-founder Telegram bersama saudaranya Pavel) merancang TON — blockchain skalabel dengan sharding, finalitas cepat, dan integrasi Telegram mendalam. Telegram mengumpulkan $1,7 miliar dari investor swasta dalam salah satu pra-penjualan token terbesar dalam sejarah (token GRAM).
Intervensi SEC:
- Oktober 2019: SEC mengajukan injungsi darurat menghentikan distribusi token GRAM
- Mei 2020: Telegram menyelesaikan dengan SEC — membayar denda $18,5 juta
- Juni 2020: Telegram secara resmi meninggalkan proyek TON
Kebangkitan Komunitas
Setelah ditinggalkan Telegram, pengembang open-source mengambil alih:
- Kode TON di-fork oleh developer komunitas
- Free TON akhirnya menjadi kelanjutan kanonik → berganti nama menjadi The Open Network (TON) → token asli disebut Toncoin
- Telegram tidak memiliki peran resmi hingga 2022-2023
Kembalinya Telegram (2022-2023):
Tanpa pengumuman, Telegram mulai mengintegrasikan fungsionalitas berbasis TON:
- Telegram Wallet bot (@wallet): Transfer TON dan USDT berbasis TON di dalam obrolan
- TON Space: Dompet TON non-kustodian tertanam di Telegram
- Fragment: Marketplace nomor anonim Telegram yang didukung TON
Stack Integrasi Telegram
Keunggulan utama TON adalah integrasi Telegram pada skala besar:
Telegram Stars:
- Mata uang pembelian dalam aplikasi untuk barang digital di bot dan mini-app
- Didukung infrastruktur TON di balik layar
Telegram Mini Apps:
- Aplikasi web yang berjalan di dalam obrolan Telegram (seperti mini-program WeChat)
- Developer membangun game, aplikasi DeFi, e-commerce menggunakan basis 900 juta pengguna Telegram
- Notcoin (NOT), Blum, dan Hamster Kombat semua dibangun di atas TON
Penangkapan Pavel Durov (Juli 2024)
Penangkapan CEO Telegram Pavel Durov di Prancis pada Agustus 2024 atas tuduhan terkait moderasi konten mengirimkan gelombang kejut melalui harga TON. Namun, hubungan antara penahanan Durov dan keberlangsungan protokol TON tidak langsung — TON adalah blockchain terdesentralisasi dan Telegram adalah perusahaan terpisah.
Kritik
TON mewarisi paradoks: protokol “terdesentralisasi” yang proposisi nilainya hampir seluruhnya bergantung pada distribusi Telegram yang terpusat. Jika Telegram berubah kebijakan tentang integrasi kripto, atau jika regulator menargetkan fitur pembayaran Telegram, adopsi TON bisa sangat terdampak. Selain itu, banyak pengguna Telegram berinteraksi dengan TON melalui wallet kustodian bawaan — bukan dompet self-custody yang sesungguhnya.
Sentimen Media Sosial
Di komunitas kripto Indonesia dan Telegram, TON sangat dikenal karena tap-to-earn games seperti Notcoin dan Hamster Kombat yang viral. Banyak pengguna Indonesia mengenal kripto pertama kali melalui game Telegram berbasis TON. Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Cara Kripto Menciptakan Bahasanya Sendiri
- Analisis Cadangan Bitcoin Strategis AS
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- TON Foundation Official Documentation (https://ton.org/) — Dokumentasi teknis The Open Network termasuk arsitektur sharding dan spesifikasi protokol.
- Telegram Blog: TON Integration Announcements (https://t.me/telegram) — Pengumuman resmi integrasi TON ke dalam ekosistem Telegram.
- SEC v. Telegram Order (2020) (https://www.sec.gov/litigation/litreleases/2020/lr24770.htm) — Keputusan SEC yang menghentikan distribusi token GRAM Telegram.
- CoinGecko: TON Historical Price Data (https://www.coingecko.com/en/coins/toncoin) — Data harga historis Toncoin.
- The Block: TON Ecosystem Growth 2024 (https://www.theblock.co/) — Analisis pertumbuhan ekosistem TON melalui integrasi Telegram 2023-2024.