Over-kolateralisasi adalah ketika peminjam mendepositkan lebih banyak jaminan daripada nilai yang mereka pinjam atau mint. Dalam kripto, ini adalah mekanisme keamanan inti yang digunakan oleh protokol pinjaman terdesentralisasi seperti Aave dan Compound, dan oleh stablecoin yang didukung kripto seperti DAI dan LUSD. Peminjam yang ingin mint $100 DAI biasanya harus mengunci $150-200 ETH. Kelebihan $50-100 itu adalah buffer yang menjaga sistem tetap solven ketika harga ETH turun.
Cara Kerja
Rasio over-kolateralisasi (OCR) menentukan buffer kamu:
- Kamu mendepositkan: $150 ETH (kolateral)
- Kamu meminjam/mint: $100 DAI (utang)
- Rasio kolateralisasi: 150%
- Jika ETH turun 30%: Kolateral = $105 — masih lebih dari $100 utang
- Jika ETH turun 35%: Kolateral = $97,5 — sistem memicu likuidasi
Likuidasi
Ketika rasio kolateralisasi turun di bawah ambang minimum (biasanya 110-150% tergantung protokol), likuidasi terpicu:
- Likuidator pihak ketiga membayar sebagian utang
- Mereka menerima jaminan dengan diskon (bonus likuidasi)
- Posisi disesuaikan agar tetap di atas ambang minimum
Contoh Penggunaan
- MakerDAO/DAI: 150% minimum untuk vault ETH-A
- Aave: Threshold likuidasi bervariasi per aset (70-80% LTV)
- Compound: Faktor jaminan per aset
Kritik
Over-kolateralisasi tidak efisien modal dibandingkan keuangan tradisional — membutuhkan $150 untuk meminjam $100. Ini membatasi skalabilitas stablecoin berbasis over-kolateralisasi.
Sentimen Media Sosial
Over-kolateralisasi adalah konsep fundamental yang dipahami oleh semua peserta DeFi. Komunitas kripto Indonesia sering mendiskusikannya dalam konteks DAI dan strategi leverage DeFi.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
Sumber
- MakerDAO (https://makerdao.com) — implementasi over-kolateralisasi di DAI.
- Aave Docs (https://docs.aave.com) — parameter likuidasi dan LTV di Aave.
- DeFi Rate (https://defirate.com) — perbandingan rasio kolateralisasi antar protokol.