Altcoin

Altcoin adalah istilah untuk semua aset kripto selain Bitcoin. Kata ini berasal dari alternative coin — alternatif terhadap Bitcoin yang dianggap sebagai mata uang kripto “asli” pertama. Hari ini terdapat puluhan ribu altcoin yang diperdagangkan di berbagai bursa kripto di seluruh dunia.


Cara Kerja

Altcoin dibangun di atas infrastruktur blockchain mereka sendiri atau di atas blockchain lain seperti Ethereum. Jenisnya sangat beragam:

  • Platform blockchainEthereum, Solana, BNB Chain (memiliki fungsi seperti ekosistem app)
  • StablecoinUSDT, USDC (nilainya dipatok ke mata uang fiat)
  • Token DeFi — token yang memberi akses ke protokol DeFi seperti Uniswap, Aave
  • Memecoin — Dogecoin, Shiba Inu (berbasis komunitas dan spekulasi)
  • Token utilitas — token yang digunakan dalam ekosistem proyek tertentu

Tidak semua altcoin sama nilainya. Ada yang memiliki teknologi solid dan adopsi nyata; ada pula yang hanya proyek spekulatif tanpa fondasi jelas.


Sejarah

Altcoin pertama yang signifikan adalah Namecoin (2011), diikuti Litecoin yang dibuat sebagai “perak” di samping “emas” Bitcoin. Booming altcoin pertama terjadi pada 2017 ketika ratusan token baru diluncurkan melalui mekanisme ICO (Initial Coin Offering). Banyak dari proyek tersebut gagal atau terbukti penipuan setelah pasar jatuh pada 2018.

Era berikutnya dimulai ketika Ethereum memperkenalkan smart contract yang memungkinkan pembuatan token ERC-20 dengan mudah. Ini memicu ledakan DeFi pada 2020–2021 dan ribuan token baru setiap bulannya.

Di Indonesia, altcoin pertama kali diperdagangkan secara masif di Indodax (berdiri 2014, awalnya bernama Bitcoin.co.id), platform yang kemudian memperluas pasangannya ke ratusan altcoin. Antusiasme ritel Indonesia terhadap altcoin sangat tinggi — terutama selama altseason 2021 ketika banyak token naik ribuan persen dalam hitungan minggu.


Altcoin di Indonesia

Indonesia termasuk pasar altcoin yang aktif di Asia Tenggara. Bursa yang terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) seperti Indodax, Tokocrypto, Pintu, dan Bittime menawarkan ratusan pasangan altcoin dengan rupiah.

Beberapa altcoin yang populer di kalangan investor Indonesia:

  • Solana (SOL) — dianggap sebagai pesaing Ethereum dengan biaya transaksi lebih rendah
  • BNB — token ekosistem Binance yang banyak digunakan untuk biaya trading
  • Polygon (POL) — solusi Layer-2 Ethereum yang populer untuk NFT dan gaming
  • Dogecoin & Shiba Inu — memecoin yang viral di media sosial Indonesia

Per 2024, Bappebti mengatur lebih dari 500 aset kripto yang boleh diperdagangkan secara legal di Indonesia — mayoritas di antaranya adalah altcoin.


Kesalahpahaman Umum

“Altcoin murah pasti akan menjadi Bitcoin berikutnya.”

Harga token per koin tidak mencerminkan potensi pertumbuhan. Sebuah altcoin dengan harga Rp 1 tidak otomatis “lebih murah” atau punya potensi lebih besar dari Bitcoin — market cap dan fundamentalnya jauh lebih penting.

“Semua altcoin pasti naik saat Bitcoin naik.”

Tidak selalu. Beberapa altcoin berkorelasi kuat dengan Bitcoin, tapi banyak yang bergerak independen — bahkan bisa turun saat Bitcoin naik karena investor mengalihkan modal ke BTC.

“Altcoin dengan banyak komunitas pasti sukses.”

Komunitas besar bisa diciptakan artifisial melalui hype dan marketing. Banyak proyek dengan jutaan follower sosmed akhirnya gagal karena tidak ada produk nyata.


Kritik

Kritik utama terhadap altcoin adalah tingginya proporsi proyek yang merupakan penipuan atau exit scam. Laporan Chainalysis 2023 mencatat bahwa ribuan token baru diluncurkan setiap bulan, namun sebagian besar tidak bertahan lebih dari beberapa bulan.

Kritik lain datang dari kalangan Bitcoin maximalis yang berpendapat bahwa hanya Bitcoin yang memiliki ketahanan dan desentralisasi sejati — altcoin dianggap sekadar spekulasi atau bahkan digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor ritel yang tidak paham risiko.

Dari sisi regulasi, OJK dan Bappebti di Indonesia juga mewaspadai token tanpa whitepaper jelas atau tim yang anonim — yang kerap menjadi tanda merahnya proyek rug pull.


Sentimen Media Sosial

Di Twitter/X dan Telegram Indonesia, altcoin sering dipromosikan dengan narasi seperti “100x potential” atau “gem tersembunyi.” Istilah altseason sangat populer — mengacu pada periode ketika altcoin secara kolektif naik lebih cepat dari Bitcoin. Komunitas seperti Crypto Indonesia di Facebook dan berbagai grup Telegram aktif membagikan call altcoin, meskipun banyak di antaranya bersifat spekulatif atau bahkan terkoordinasi untuk memompa harga.


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber