Uniswap v1: AMM Produk Konstan Pertama di Ethereum

Penulis Adams, Hayden
Tahun 2018
Proyek Uniswap
Lisensi GPL-3.0
Sumber Resmi hackmd.io/@HaydenAdams/HJ9jLsfTz
Disclaimer: Halaman ini merupakan ringkasan dan analisis edukatif dari whitepaper atau makalah teknis resmi. Konten ini disajikan untuk tujuan pendidikan semata dan bukan merupakan saran investasi atau keuangan. Selalu baca dokumen asli dan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun.

Uniswap v1 (2018) adalah protokol AMM (Automated Market Maker) pertama yang berhasil di-deploy di Ethereum, diciptakan oleh Hayden Adams setelah terinspirasi dari postingan blog Vitalik Buterin tentang formula produk konstan. Protokol ini meluncur November 2018 di mainnet Ethereum, didanai hibah $100.000 dari Ethereum Foundation, dan secara fundamental mengubah cara perdagangan terdesentralisasi bekerja — menggantikan order book dengan kolam likuiditas matematis.

Publikasi dan Konteks

Sebelum Uniswap, DEX seperti IDEX dan EtherDelta menggunakan order book on-chain yang lambat dan mahal. Bancor (2017) memperkenalkan AMM tetapi memerlukan token Bancor (BNT) sebagai perantara. Uniswap radikal dalam kesederhanaannya: tidak ada token whitelist, tidak ada oracle eksternal, tidak ada token perantara — hanya dua cadangan token dan satu formula matematika.

Mekanisme Produk Konstan

Uniswap v1 menggunakan invariant produk konstan:

x × y = k

Di mana x adalah cadangan ETH, y adalah cadangan ERC-20, dan k adalah konstanta. Setiap perdagangan harus mempertahankan k tetap konstan:

  • Beli token: Trader mengirim ETH ke pool, menerima token. Karena ETH bertambah dan token berkurang, harga token naik secara otomatis (price impact).
  • Jual token: Trader mengirim token ke pool, menerima ETH. Sebaliknya, harga token turun secara otomatis.
  • Biaya likuidity provider (LP): Setiap perdagangan dikenakan biaya 0,3% yang ditambahkan ke pool, menguntungkan LP secara proporsional.

Formula ini menjamin likuiditas di setiap titik harga — tidak ada order book yang perlu diisi. Kelemahannya: semakin besar perdagangan relatif terhadap pool, semakin besar slippage.

Penyediaan Likuiditas

Siapapun bisa menjadi liquidity provider dengan menyetor ETH dan token ERC-20 dalam nilai yang setara (pada harga saat itu). Provider menerima token LP yang merepresentasikan porsi kepemilikan pool. Saat menarik likuiditas, provider mendapatkan kembali porsi pool ditambah akumulasi biaya trading 0,3%.

Impermanent loss: Jika harga token bergerak jauh dari harga saat deposit, nilai LP bisa lebih rendah dibandingkan hanya memegang token (karena pool otomatis menyeimbangkan kembali). Ini disebut impermanent loss.

Keterbatasan v1

  • Hanya pasangan ETH/ERC-20: Setiap pool memerlukan ETH sebagai salah satu sisi. Perdagangan token-ke-token memerlukan dua hop (A→ETH→B), menggandakan biaya gas dan slippage.
  • Tidak ada oracle harga: Harga spot mudah dimanipulasi dalam satu blok menggunakan flash loan.
  • Tidak ada flash swap: Trader harus memiliki modal penuh sebelum memulai perdagangan.

Keterbatasan ini diselesaikan oleh Uniswap v2 (2020) dan v3 (2021).

Warisan dan Dampak

Uniswap v1 membuktikan bahwa AMM sederhana bisa berfungsi secara nyata. Ini memicu ekosistem AMM yang masif: SushiSwap, Curve, Balancer, PancakeSwap — semuanya mengadaptasi formula AMM yang pertama kali dipopulerkan Uniswap. Puncak TVL Uniswap v1 mencapai ratusan juta dolar sebelum digantikan v2.

Istilah Terkait

Referensi