| Penulis | Schwartz, David; Youngs, Noah; Britto, Arthur |
| Tahun | 2014 |
| Proyek | Ripple |
| Lisensi | Public |
| Sumber Resmi | https://ripple.com/files/ripple_consensus_whitepaper.pdf |
Halaman ini merupakan ringkasan dan analisis edukatif dari whitepaper atau makalah teknis resmi, yang ditulis untuk tujuan referensi. Ini bukan reproduksi verbatim. CryptoGloss tidak mengklaim kepengarangan atas karya asli. Seluruh hak kekayaan intelektual tetap menjadi milik penulis asli. Dokumen resmi tertaut di atas.
“The Ripple Protocol Consensus Algorithm” diterbitkan pada 2014 oleh David Schwartz, Noah Youngs, dan Arthur Britto — insinyur teknis inti dari Ripple Labs. Makalah ini menggambarkan mekanisme konsensus RPCA (Ripple Protocol Consensus Algorithm) yang memungkinkan penyelesaian transaksi lintas batas dalam 3–5 detik dengan biaya minimal, dirancang untuk memungkinkan bank dan lembaga keuangan untuk melakukan transfer nilai global secara real-time.
PDF tersedia di ripple.com/files/ripple_consensus_whitepaper.pdf.
Konteks: Pembayaran Lintas Batas Sebelum Ripple
Sistem SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) mendominasi pembayaran lintas batas institusional, tetapi memiliki kelemahan signifikan: penyelesaian memakan waktu 1–5 hari, biaya tinggi, dan transaksi harus melewati jaringan bank koresponden yang kompleks. Ripple dirancang sebagai pengganti infrastruktur — bukan untuk konsumen biasa, tetapi untuk lembaga keuangan yang ingin penyelesaian real-time dengan biaya lebih rendah.
RPCA: Konsensus Federated BFT
Ripple tidak menggunakan Proof of Work atau Proof of Stake. Sebaliknya, ia menggunakan konsensus federated Byzantine Agreement:
Setiap node memiliki Unique Node List (UNL) — daftar node yang dipercaya untuk berkonsensus. Transaksi dianggap valid jika 80% node dalam UNL setuju. Setiap putaran konsensus mengambil ~3–5 detik.
Implikasi kunci: tidak ada penambangan, tidak ada staking — finalitas instan dengan konsumsi energi minimal. Tradeoff: kepercayaan terkonsentrasi pada set UNL yang relatif kecil yang dikelola oleh Ripple Labs dan anggota jaringan tepercaya.
XRP Ledger dan Token XRP
XRP bukan “bahan bakar” untuk transaksi dalam arti yang sama dengan ETH. Sebaliknya:
- Anti-spam: Setiap transaksi membakar sejumlah kecil XRP (0,00001 XRP). Ini mencegah serangan spam tanpa memerlukan biaya yang signifikan bagi pengguna yang sah.
- Reserve minimum: Setiap akun harus memiliki minimal 10 XRP sebagai cadangan — mencegah penciptaan akun yang tidak terbatas
- Bridge mata uang: XRP berfungsi sebagai bridge liquid untuk konversi mata uang instan antara pasangan yang tidak memiliki pasar langsung
Kasus Penggunaan: Remitansi dan CBDC
Produk RippleNet (ODL — On-Demand Liquidity) menggunakan XRP sebagai mata uang bridge untuk menghilangkan kebutuhan pre-funded nostro accounts — rekening yang harus diisi sebelumnya oleh bank di setiap negara tujuan. Ini berpotensi menghemat miliaran dolar dalam modal yang diimobilisasi untuk bank global. Ripple juga telah bermitra dengan bank sentral untuk mengeksplorasi infrastruktur CBDC menggunakan XRPL.
Kasus SEC vs. Ripple
Pada Desember 2020, SEC AS menggugat Ripple Labs, mengklaim XRP adalah sekuritas yang tidak terdaftar. Keputusan pengadilan Juli 2023 menemukan bahwa penjualan XRP di bursa publik bukan merupakan penawaran sekuritas, tetapi penjualan institusional langsung memang merupakan. Kasus ini menjadi preseden penting untuk klasifikasi regulasi token kripto di AS.
Istilah Terkait
Referensi
- Schwartz, D., Youngs, N., & Britto, A. (2014). The Ripple Protocol Consensus Algorithm. ripple.com. — Sumber utama.
- Chase, B. & MacBrough, E. (2018). Analysis of the XRP Ledger Consensus Protocol. arXiv:1802.07242. — Analisis formal keamanan RPCA.