| Penulis | Kalodner, Harry; Goldfeder, Steven; Chen, Xiaoqi; Weinberg, S. Matthew; Felten, Edward W. |
|---|---|
| Tahun | 2018 |
| Proyek | Arbitrum / Offchain Labs |
| Lisensi | Business Source License 1.1 |
| Sumber Resmi | usenix.org |
Paper “Arbitrum: Scalable, Private Smart Contracts” adalah makalah akademis yang ditinjau oleh rekan sejawat (USENIX Security 2018) karya Harry Kalodner, Steven Goldfeder, Xiaoqi Chen, S. Matthew Weinberg, dan Edward W. Felten dari Princeton University dan Offchain Labs. Paper ini memperkenalkan protokol sengketa interaktif multi-putaran untuk bukti penipuan (fraud proof) yang hanya memerlukan komputasi on-chain untuk satu instruksi EVM yang disengketakan.
Publikasi dan Konteks
Offchain Labs (co-founded oleh Goldfeder dan Felten) mengembangkan Arbitrum sebagai penyempurnaan atas desain L2 yang lebih sederhana. Timeline produksi:
- 2018: Paper akademis dipublikasikan di USENIX Security
- 2021: Mainnet Arbitrum One diluncurkan; TVL $2,6 miliar pada hari peluncuran
- 2022: Upgrade Arbitrum Nitro (berbasis WASM dan Geth)
- 2023: Airdrop token ARB ($1,5+ miliar ke pengguna)
- 2023: Arbitrum Stylus (kontrak pintar WASM dalam Rust/C/C++)
Protokol Sengketa Biseksi Interaktif
Kontribusi utama paper 2018 adalah protokol bukti penipuan biseksi interaktif multi-putaran:
- Penantang menyatakan “blok N memiliki state root yang tidak valid”
- Pembela membagi eksekusi menjadi dua bagian, menyediakan hash state di titik tengah
- Penantang memilih satu bagian sebagai segmen yang disengketakan
- Biseksi berlanjut hingga sengketa menjadi satu opcode EVM tunggal
- Kontrak mengeksekusi opcode tersebut on-chain dan menentukan siapa yang benar
Biaya penyelesaian sengketa: O(log N) putaran interaksi dan O(1) komputasi on-chain, terlepas dari ukuran blok.
Inovasi Kunci
Keunggulan vs. Optimism: Arbitrum menggunakan biseksi multi-putaran (pembuktian satu instruksi), sedangkan Optimism generasi pertama menggunakan pembuktian satu langkah langsung. Arbitrum lebih efisien untuk blok besar, tetapi lebih kompleks untuk diimplementasikan.
Arbitrum Nitro: Upgrade 2022 menggantikan VM kustom dengan Geth yang dikompilasi ke WASM, membuatnya setara EVM secara penuh. Ini memungkinkan semua tooling Ethereum berjalan tanpa modifikasi.
Keterbatasan
- Periode tantangan 7 hari untuk penarikan (pengorbanan finalitas demi keamanan)
- Fraud proof membutuhkan setidaknya satu pengawas jujur yang online
- Komputasi prover lebih intensif dibanding ZK-Rollup dalam jangka panjang
Warisan dan Dampak
Arbitrum One menjadi L2 Ethereum terbesar berdasarkan TVL, dengan puncak di atas $20 miliar. Protokol biseksi interaktifnya menetapkan standar untuk fraud proof di era optimistic rollup dan memengaruhi desain fraud proof yang digunakan oleh OP Stack dan tim lainnya.
Istilah Terkait
Referensi
- Kalodner et al., “Arbitrum: Scalable, Private Smart Contracts,” USENIX Security 2018
- docs.arbitrum.io