Yield Guild Games memelopori model “scholarship” gaming blockchain: guild membeli aset NFT gaming mahal (seperti Axie Infinity Axies), meminjamkannya ke pemain (scholar) di negara berkembang yang tidak mampu membeli sendiri, dan membagi hasil in-game 70% (scholar) / 20% (guild) / 10% (manager) — menciptakan sumber pendapatan baru bagi ribuan pemain di Filipina dan Asia Tenggara selama boom Axie Infinity 2021.
Cara Kerja
- Model scholarship — YGG treasury membeli aset NFT in-game; scholar dipilih dan diberi aset pinjaman; scholar bermain dan menghasilkan token in-game; pendapatan dibagi dengan rasio yang disepakati
- Ekspansi multi-game — YGG berkembang melampaui Axie ke game lain (Guild of Guardians, Illuvium, Star Atlas, dll.) dengan sub-DAO khusus per game
- YGG token — Token governance DAO; pemegang memilih game mana yang diinvestasikan, manajemen treasury, dan strategi ekspansi guild
- Puncak — Pada puncaknya, YGG mengelola aset gaming senilai >$600 juta dan memiliki 10.000+ scholar
Dampak di Filipina
Model YGG menghasilkan pendapatan nyata bagi ribuan keluarga Filipina selama puncak Axie Infinity 2021, di mana penghasilan scholar melebihi upah minimum nasional. Ini menjadi studi kasus yang banyak dikutip tentang potensi play-to-earn.
Kritik
Model YGG sangat bergantung pada harga token game. Ketika Axie Infinity runtuh (2022), pendapatan scholar anjlok dramatis. Model yang bergantung pada new entrants menciptakan dinamika yang tidak berkelanjutan.
Sentimen Media Sosial
YGG sangat populer di komunitas gaming kripto dan play-to-earn Asia Tenggara. Memberikan dampak sosial nyata meski model ekonominya tidak berkelanjutan di jangka panjang.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
Sumber
- Yield Guild Games Documentation — yieldguild.io
- CoinGecko — YGG price and market data
- Axie Infinity scholarship ecosystem analysis
- Naavik gaming guild research report