Trezor adalah dompet hardware cryptocurrency pertama yang tersedia secara komersial di dunia, diciptakan oleh SatoshiLabs (Praha, Republik Ceko) dan diluncurkan pada 2013 oleh Marek “Slush” Palatinus dan Pavol “Stick” Rusnák — dikenal karena sepenuhnya open-source baik hardware maupun firmware-nya, menciptakan standar perangkat penyimpanan kripto offline yang masih digunakan secara luas hampir satu dekade kemudian.
Latar Belakang
Sebelum Trezor, tidak ada solusi penyimpanan kripto offline khusus yang tersedia untuk konsumen. Pengguna Bitcoin awal menyimpan kunci di komputer yang terhubung internet, di exchange, atau menggunakan solusi manual (paper wallet). Trezor memecahkan masalah mendasar ini: cara menyimpan kunci privat secara offline sepenuhnya sementara tetap mempertahankan kemampuan untuk menandatangani transaksi.
Pendiri:
- Marek “Slush” Palatinus — pemrogram Bitcoin awal, pencipta Slush Pool (kolam penambangan Bitcoin pertama di dunia)
- Pavol “Stick” Rusnák — co-founder dan CTO
Lini Produk Trezor
| Model | Layar | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Model One | Monokrom | Model asli; entri PIN via PC; mendukung 1.000+ koin |
| Model T | Touchscreen warna | Input langsung di perangkat; kamera untuk QR |
| Safe 3 | E-ink | Form factor kompak; chip keamanan |
| Safe 5 | Touchscreen warna | Model premium terkini; chip EAL6+ |
Trezor Suite: Antarmuka desktop dan browser resmi untuk mengelola aset, melihat portofolio, dan berinteraksi dengan dApps.
Keunggulan Open-Source
Perbedaan kunci Trezor dari Ledger (pesaing utamanya):
- Trezor: Hardware dan firmware sepenuhnya open-source — siapa pun dapat mengaudit kode dan desain sirkuit
- Ledger: Firmware sebagian proprietary; chip keamanan terikat pada NDA vendor
Open-source Trezor memungkinkan implementasi dompet pihak ketiga seperti Electrum, Wasabi, dan lainnya mengintegrasikan Trezor secara native.
SatoshiLabs
SatoshiLabs, perusahaan induk Trezor, juga mendirikan:
- Slush Pool — kolam penambangan Bitcoin tertua yang masih aktif
- Invity — agregator pertukaran kripto terintegrasi dengan Trezor Suite
- Trezor Connect/SDK — API untuk integrasi dompet pihak ketiga
Kritik
Trezor tidak memiliki chip keamanan khusus di model lama (Model One dan T) — sebuah celah yang berarti penyerang dengan akses fisik ke perangkat secara teoritis dapat mengekstrak PIN menggunakan “glitching” hardware. Ledger, meskipun kurang transparan, menggunakan chip EAL5+ yang tahan terhadap serangan fisik jenis ini. Trezor Safe 3 dan Safe 5 menambahkan chip keamanan untuk menutup celah ini.
Sentimen Media Sosial
Di komunitas kripto Indonesia, Trezor dan Ledger keduanya dikenal sebagai opsi “cold storage” terpercaya. Pembahasan biasanya berpusat pada perbandingan keduanya. Trezor mendapat pujian untuk transparansi open-source; Ledger mendapat kritik pasca insiden database breach 2020. Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Mengapa Audit Smart Contract Gagal
- Bitcoin ETF 2024: Dampak Institusional
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Trezor Official Website (https://trezor.io/) — Situs resmi dengan spesifikasi produk, panduan setup, dan Trezor Suite.
- SatoshiLabs GitHub (https://github.com/trezor) — Kode sumber firmware dan hardware Trezor yang sepenuhnya terbuka.
- Trezor Blog (https://blog.trezor.io/) — Pembaruan keamanan, rilis produk, dan panduan teknis dari tim Trezor.
- Hardware Wallet Reviews (https://99bitcoins.com/) — Perbandingan mendalam Trezor vs. Ledger untuk pengguna.
- Crypto Security: Cold Storage Best Practices (https://www.ledger.com/academy/) — Panduan umum penyimpanan kripto offline yang relevan untuk pengguna Trezor.