Kontroversi Tether

Tether (USDT) adalah stablecoin terbesar di dunia berdasarkan market cap — namun sejak peluncurannya pada 2014 ia terus menghadapi pertanyaan persisten apakah token yang beredar benar-benar didukung 1:1 oleh dolar AS yang tersimpan di cadangan — kontroversi memuncak pada 2019 ketika kantor NYAG mengungkapkan bahwa Tether secara diam-diam menggunakan cadangan untuk menutupi kekurangan $850 juta di exchange saudarinya Bitfinex, secara fundamental mengguncang kepercayaan pada peg USDT.


Latar Belakang: Tether dan Bitfinex

Tether Limited dan iFinex Inc. (perusahaan induk Bitfinex) berbagi kepemilikan dan manajemen yang tumpang tindih — hubungan yang menurut para kritikus menciptakan konflik kepentingan yang tidak dapat dipisahkan. USDT awalnya diterbitkan di Bitcoin Omni Layer sebelum berkembang ke Ethereum, Tron, Solana, dan chain lainnya.

Sengketa Cadangan

Dari 2017 hingga 2021, Tether mengklaim USDT didukung “100% oleh mata uang tradisional yang disimpan dalam cadangan kami.” Para kritikus berargumen bahwa Tether sedang dicetak tanpa simpanan dolar yang sesuai untuk memanipulasi harga Bitcoin. Penyelesaian CFTC Juni 2021 mengungkapkan bahwa Tether hanya memiliki dukungan dolar yang “memadai” selama 27,6% hari antara 2016 dan 2018. Perusahaan membayar denda $41 juta.

Investigasi NYAG dan Penutupan Bitfinex

Pada April 2019, NYAG Letitia James menuduh Tether dan Bitfinex telah menipu pelanggan New York dengan:

  1. Kehilangan $850 juta melalui pemroses pembayaran Panama (Crypto Capital Corp)
  2. Secara diam-diam meminjam $700 juta dari cadangan Tether ke Bitfinex untuk menutupi kerugian tersebut
  3. Terus mengklaim dukungan penuh USDT sementara cadangan terganggu

Pada Februari 2021, Tether dan Bitfinex menyelesaikan dengan NYAG sebesar $18,5 juta — tanpa mengakui kesalahan.

Komposisi Cadangan Terkini

Per 2024, Tether menerbitkan attestasi kuartalan (oleh BDO Italia) yang merinci cadangannya:

Kategori Perkiraan Porsi (2024)
T-Bills AS ~84%
Money Market Fund ~5%
Bitcoin ~4%
Kas dan setara lainnya ~7%

Pergeseran besar menuju T-bills (dari commercial paper berat pada 2021) telah mengurangi kritik, meskipun tidak pernah ada audit independen penuh yang diselesaikan.

Kritik

Para kritikus berpendapat bahwa attestasi (bukan audit) tidak memberikan transparansi yang cukup, dan bahwa konflik kepentingan struktural antara Tether dan Bitfinex masih belum terselesaikan. Tidak ada firma Big Four yang pernah mengaudit cadangan Tether secara penuh.

Sentimen Media Sosial

Topik hangat di r/CryptoCurrency dan Twitter kripto. Terakhir diperbarui: 2026-04

Istilah Terkait

Lihat Juga

Sumber

  • CFTC vs. Tether Holdings — penyelesaian resmi 2021 (https://www.cftc.gov/PressRoom/PressReleases/8450-21) — dokumen regulasi federal.
  • NYAG vs. Tether/Bitfinex — investigasi dan penyelesaian (https://ag.ny.gov/press-release/2021/attorney-general-james-ends-virtual-currency-trading-platform-bitfinexs-illegal) — tindakan hukum negara bagian.
  • Tether Attestations — laporan cadangan kuartalan (https://tether.to/en/transparency/) — data cadangan terkini.