PlusToken adalah skema dompet dan investasi cryptocurrency yang beroperasi terutama di China, Korea Selatan, dan pasar Asia lainnya dari sekitar 2018 hingga pertengahan 2019 — menjanjikan pengguna imbal balik bulanan 10–30% atas cryptocurrency yang didepositkan, dipasarkan melalui struktur referral multi-level, dan ketika skema ini runtuh pada Juni 2019, penyelidik memperkirakan sekitar 3 juta investor telah mendepositkan sekitar $2–4 miliar senilai cryptocurrency (terutama Bitcoin, Ethereum, dan EOS).
Cara Kerja Skema
PlusToken diluncurkan sebagai aplikasi mobile “dompet pintar” yang mengklaim menggunakan perdagangan arbitrase otomatis untuk menghasilkan imbal balik. Fitur utama:
- Imbal balik yang dijanjikan: 6–18% bulanan (tahunan 100–500%)
- Struktur referral: Pengguna mendapatkan komisi untuk merekrut anggota baru — mekanik piramida klasik
- Klaim perdagangan palsu: Aplikasi menampilkan “keuntungan arbitrase” dan imbal balik yang dibuat-buat — tidak ada perdagangan aktual yang terjadi
Skema ini menyebar melalui grup WeChat, aplikasi Line, dan acara komunitas di China, Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara.
Keruntuhan dan Penangkapan
Pada Juni 2019, operator PlusToken berhenti menarik cryptocurrency baru — sinyal klasik exit scam. Pengguna tidak dapat menarik dana. Polisi China menangkap enam orang di Vanuatu pada Juli 2019; penangkapan tambahan di China menyusul pada akhir 2019 dan 2020.
Dampak Pasar
Aspek yang paling bertahan dari kasus PlusToken adalah dampak pasar dari likuidasi BTC yang disita. Penyelidik memperkirakan operator PlusToken memegang ~194.000 BTC. Penjualan bertahap dari BTC yang disita oleh pihak berwenang China dianggap telah menekan harga Bitcoin selama 2019–2020. Peneliti on-chain (Chainalysis, Ergo) melacak pergerakan dompet PlusToken untuk mengidentifikasi tekanan jual.
Hasil Hukum
Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara 2–11 tahun kepada para pemimpin PlusToken pada 2021. Ini adalah salah satu kasus penipuan kripto paling signifikan yang berhasil dituntut oleh otoritas China.
Kritik Tentang Skema Serupa
PlusToken adalah salah satu dari serangkaian skema Ponzi kripto berskala besar yang muncul bersamaan dengan bull market 2017–2018. Desain multi-level marketing membuatnya terasa sah bagi banyak investor ritel, terutama mereka yang kurang terbiasa dengan cara kerja pasar kripto.
Sentimen Media Sosial
PlusToken dibahas secara luas di komunitas kripto China pada 2019 ketika kolaps. Di luar China, paling banyak dibahas dalam konteks dampak harga BTC dari liquidasi dompet. Peneliti on-chain seperti Ergo dan Chainalysis mempertahankan perhatian komunitas pada pergerakan dompet PlusToken bahkan bertahun-tahun setelah penangkapan.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Risiko Pinjaman Kripto Celsius Collapse
- Analisis Cadangan Bitcoin Strategis AS
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Chainalysis — “The PlusToken Ponzi” (2019–2020). Analisis on-chain pelacakan dompet PlusToken dan penjualan BTC.
- Ergo — peneliti kripto mandiri yang mendokumentasikan pergerakan dompet PlusToken secara publik.
- Laporan media China tentang penangkapan dan persidangan (2019–2021).