Market Order

Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual mata uang kripto segera pada harga terbaik yang tersedia — market order memprioritaskan kecepatan eksekusi daripada ketepatan harga, menjadikannya jenis order paling sederhana dan paling umum di bursa terpusat maupun terdesentralisasi.


Cara Kerja

Ketika trader menempatkan market order, bursa mencocokkannya dengan order yang ada di order book. Market buy terisi terhadap harga ask terendah yang tersedia; market sell terisi terhadap harga bid tertinggi yang tersedia. Transaksi dieksekusi hampir seketika dalam kondisi normal.

Harga eksekusi akhir mungkin sedikit berbeda dari harga yang ditampilkan saat order ditempatkan — perbedaan ini disebut slippage dan menjadi lebih menonjol di pasar dengan likuiditas rendah atau selama periode volatilitas tinggi.

Market Order vs. Limit Order

Fitur Market Order Limit Order
Kecepatan eksekusi Segera Hanya ketika harga target tercapai
Jaminan harga Tidak ada Ya (atau lebih baik)
Risiko slippage Lebih tinggi Tidak ada
Terbaik untuk Masuk/keluar cepat Target harga tepat
Isi sebagian Jarang Umum

Slippage dan Order Besar

Untuk order besar relatif terhadap likuiditas yang tersedia, market order dapat mengkonsumsi beberapa level harga dalam order book. Trader yang membeli 50 BTC di order book yang tipis mungkin mengisi 10 BTC pertama di $60.000, 20 BTC berikutnya di $60.050, dan sisanya di $60.120.

Di DEX yang menggunakan AMM, market order berinteraksi dengan liquidity pool daripada order book. Slippage ditentukan oleh ukuran transaksi relatif terhadap total likuiditas pool, dan pengguna biasanya menetapkan toleransi slippage maksimum sebelum mengkonfirmasi.


Sejarah

  • 1792 — Buttonwood Agreement mendirikan NYSE, memformalkan market order dan limit order dalam keuangan tradisional.**
  • 2010 — Bursa Bitcoin awal seperti Mt. Gox mengimplementasikan fungsionalitas market order dasar.
  • 2017 — Boom ICO dan gelombang perdagangan ritel menjadikan market order sebagai jenis order dominan berdasarkan volume.**
  • 2020 — DEX seperti Uniswap mempopulerkan swap berbasis AMM, bentuk market order tanpa order book tradisional.**

Kesalahpahaman Umum

“Market order selalu dieksekusi pada harga yang ditampilkan di layar.”

Harga yang ditampilkan hanyalah snapshot. Pada saat order mencapai matching engine, harga mungkin sudah bergerak, terutama di pasar yang volatile. Harga eksekusi bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari yang diharapkan.

“Market order selalu buruk untuk trade besar.”

Di pasar dengan likuiditas tinggi seperti BTC/USDT di bursa besar, bahkan market order yang cukup besar dieksekusi dengan slippage minimal. Risikonya proporsional dengan ukuran order relatif terhadap likuiditas yang tersedia, bukan ukuran order absolut.

Kritik

  • Slippage yang tidak terprediksi di pasar illikuid: Market order dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia, tapi di pasar tipis atau saat volatilitas tinggi, harga eksekusi bisa jauh berbeda dari harga yang terlihat — terutama untuk order besar atau token dengan likuiditas rendah.
  • Front-running risiko di DEX: Market order di DEX rentan terhadap sandwich attack — bot MEV bisa melihat order di mempool dan front-run untuk mengambil slippage. Ini adalah alasan mengapa setting slippage tolerance penting tapi selalu membawa trade-off.
  • Bukan selalu pilihan terbaik: Trader yang mengutamakan kepastian eksekusi memilih market order, tapi untuk jumlah besar atau kondisi volatil, limit order atau TWAP order sering menghasilkan eksekusi yang lebih baik.

Sentimen Media Sosial

  • r/bitcoinmarkets / r/DeFi: Market order vs limit order adalah diskusi fundamental trading. Di komunitas DeFi, sandwich attack pada market order mendapat perhatian khusus sebagai risiko yang perlu dipahami.
  • X/Twitter: Tips trading tentang kapan menggunakan market order vs limit order adalah konten edukatif yang populer. Kasus slippage ekstrem pada market order di DEX sering dijadikan peringatan.
  • Telegram (komunitas kripto Indonesia): Market order adalah salah satu konsep trading paling dasar yang dibahas di komunitas trader Indonesia — biasanya dalam konteks “beli sekarang” vs “beli di harga target.”

Terakhir diperbarui: 2026-04


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber