| Stat | Value |
|---|---|
| Ticker | ETC |
| Price | $8.58 |
| Market Cap | $1.34B |
| 24h Change | +2.3% |
| Circulating Supply | 156.49M ETC |
| Max Supply | 210.70M ETC |
| All-Time High | $167.09 |
Ethereum Classic (ETC) adalah blockchain Ethereum asli yang tidak diubah setelah exploit The DAO pada Juni 2016 — ketika seorang penyerang menguras ~3,6 juta ETH (~$60 juta saat itu) dari kontrak The DAO menggunakan kerentanan reentrancy; komunitas Ethereum mayoritas mendukung hard fork untuk membalikkan transaksi tersebut dan mengembalikan dana — menciptakan chain baru (Ethereum, ETH); sekelompok peserta yang percaya pada prinsip “Code is Law” menolak fork dan melanjutkan chain asli tanpa modifikasi — itulah Ethereum Classic (ETC).
Konteks Sejarah: The DAO Fork (2016)
The DAO adalah kontrak smart contract Ethereum terbesar saat itu — sebuah venture capital terdesentralisasi yang berhasil mengumpulkan ~$150 juta ETH dari ribuan kontributor.
Exploit Juni 2016:
Penyerang menemukan kerentanan reentrancy dalam kode The DAO — memanggil fungsi withdraw secara rekursif sebelum saldo diperbarui, menguras ~3,6 juta ETH secara bertahap.
Keputusan komunitas:
- Ethereum (mayoritas): Dukung hard fork untuk membatalkan transaksi exploit → dana dikembalikan ke kontributor → chain ETH saat ini
- Ethereum Classic (minoritas): Tolak fork, pertahankan chain asli → semua transaksi termasuk exploit tetap valid → chain ETC
Filosofi “Code is Law”
Ethereum Classic secara ideologis dibangun di atas premis bahwa:
- Blockchain harus tidak dapat diubah secara absolut
- Smart contract adalah perjanjian yang tidak memerlukan arbitrase manusia
- Jika kode memungkinkan tindakan tersebut, itu bukan “hack” — itu adalah eksekusi kontrak yang valid
- Intervensi manusia untuk membalikkan transaksi menciptakan preseden berbahaya
Fakta Teknis
| Detail | Nilai |
|---|---|
| Ticker | ETC |
| Konsensus | Proof of Work (Etchash) |
| Max supply | 210700000 |
| EVM | Kompatibel dengan Ethereum (fork asli) |
Proof of Work: Berbeda dengan Ethereum yang beralih ke PoS pada September 2022, Ethereum Classic tetap mempertahankan Proof of Work — menjadikannya salah satu blockchain PoW EVM-kompatibel terbesar.
Kritik
Ethereum Classic rentan terhadap serangan 51% yang berulang karena hashrate yang relatif rendah — telah mengalami tiga serangan 51% besar pada 2019-2020. Ekosistem developer dan aktivitas DeFi jauh lebih kecil dari Ethereum mainnet. Sebagian besar manfaat teknis Ethereum (EIP-1559, PoS, Danksharding) tidak diimplementasikan di ETC.
Sentimen Media Sosial
Ethereum Classic memiliki komunitas penggemar yang berdedikasi yang menghargai prinsip imuabilitas dan PoW. Di X/Twitter, ETC dibahas dalam konteks filosofi Code is Law dan PoW. Di komunitas kripto Indonesia, ETC dikenal sebagai “Ethereum yang asli” di kalangan pengguna yang mengikuti sejarah fork 2016.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Apakah Jaringan Layer 2 Benar-Benar Terdesentralisasi?
- Mengapa Smart Contract Audit Gagal
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Ethereum Classic (https://ethereumclassic.org) — situs resmi dan dokumentasi.
- CoinGecko. “Ethereum Classic (ETC).” (https://www.coingecko.com/en/coins/ethereum-classic) — data token ETC.
- Buterin, V. “Hard Fork Completed.” (2016) — pengumuman resmi hard fork Ethereum pasca-DAO exploit.