Alexey Pertsev (kadang transliterasi Aleksei Pertsev) adalah developer perangkat lunak Rusia yang ikut menciptakan Tornado Cash — mixer transaksi berbasis zero-knowledge proof di Ethereum — dan ditangkap oleh polisi Belanda pada Agustus 2022, ditahan dalam tahanan pra-persidangan selama delapan bulan, serta dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Distrik East Brabant pada 14 Mei 2024 dan divonis 5 tahun 4 bulan penjara atas pencucian uang melalui mixer Tornado Cash — menjadikan kasusnya penuntutan pidana paling menonjol terhadap developer smart contract atas penggunaan kode yang mereka tulis.
Latar Belakang
Alexey Pertsev adalah warga negara Rusia dengan latar belakang pengembangan perangkat lunak. Ia mengembangkan Tornado Cash bersama Roman Storm (AS) dan Roman Semenov (Rusia, masih buron) sebagai proyek smart contract open-source.
Tornado Cash
Tornado Cash diluncurkan pada 2019 dan menjadi alat privasi Ethereum yang paling banyak digunakan:
- Pengguna menyetor ETH atau token ERC-20 ke pool smart contract Tornado Cash
- Pengguna menerima “catatan” kriptografis (ZK proof)
- Pengguna (atau siapa pun yang memiliki catatan) dapat menarik token ke alamat berbeda yang tidak memiliki koneksi on-chain ke alamat deposit
- Hasil: riwayat transaksi terputus; hubungan antara pengirim dan penerima terputus
Sanksi OFAC (Agustus 2022):
OFAC (Kantor Kontrol Aset Asing AS) menjatuhkan sanksi terhadap Tornado Cash pada 8 Agustus 2022 — pertama kalinya kode smart contract open-source disanksi secara langsung. OFAC menyatakan bahwa Lazarus Group Korea Utara menggunakan Tornado Cash untuk mencuci lebih dari $455 juta dalam kripto yang dicuri.
Pertanyaan Hukum dan Kebebasan Berekspresi
Kasus Pertsev memicu debat fundamental di komunitas kripto:
- Apakah developer bertanggung jawab atas penggunaan kode yang mereka tulis?
- Bisakah kode open-source yang tidak dapat dimatikan oleh pembuatnya dianggap sebagai “layanan” yang dioperasikan seseorang?
- Komunitas kripto dan organisasi kebebasan berekspresi seperti EFF berpendapat bahwa kriminalisasi penulisan kode adalah preseden berbahaya
Kritik
- Preseden berbahaya untuk developer: Banyak pendukung privasi dan kebebasan sipil berpendapat bahwa menghukum developer atas code yang digunakan oleh orang lain untuk tujuan ilegal adalah preseden yang sangat berbahaya — dapat membuat developer takut membangun alat privasi.
- Tanggung jawab bersama yang tidak jelas: Berbeda dari operator layanan tradisional, Pertsev tidak memiliki kemampuan teknis untuk menghentikan Tornado Cash setelah di-deploy — smart contract berjalan secara otonom.
- Kontradiksi OFAC: Menyanksi kode open-source yang tidak dapat dimatikan adalah hal yang secara praktis sulit diimplementasikan — kode tetap tersedia meskipun sanksi ada.
Sentimen Media Sosial
- r/ethereum / r/privacy: Komunitas kripto sangat terbagi. Banyak yang menyatakan solidaritas dengan Pertsev sebagai “developer yang dipenjara karena menulis kode.” Yang lain mengakui bahwa miliaran dolar dari hack kripto memang di-launder melalui Tornado Cash.
- X/Twitter: Kasus ini memicu debat besar tentang privasi kripto, tanggung jawab developer, dan batas regulasi. Banyak tokoh kripto terkemuka mendukung Pertsev secara terbuka.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Tornado Cash dan kasusnya cukup dikenal di kalangan pengguna kripto Indonesia yang tertarik pada privasi dan regulasi. Banyak yang prihatin dengan implikasi regulasi yang lebih luas.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Mengapa Audit Smart Contract Gagal
- Hack Drift Protocol dan Korea Utara
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Rechtbank Oost-Brabant — Pertsev Verdict — putusan pengadilan Belanda dalam kasus Alexey Pertsev.
- CoinDesk — Tornado Cash Developer Convicted — laporan tentang vonis Pertsev.
- EFF — Open Source and Legal Responsibility — analisis EFF tentang implikasi sanksi Tornado Cash untuk kebebasan berekspresi.