Alameda Research adalah perusahaan trading kripto kuantitatif yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried (SBF) dan Tara Mac Aulay pada 2017 di Berkeley, California — kemudian pindah ke Hong Kong dan Bahama — yang berfungsi sebagai mesin keuangan di balik FTX Exchange dan yang penyalahgunaan dana pelanggan FTX-nya memicu keruntuhan kedua entitas tersebut pada November 2022 dan conviction pidana SBF.
Secara resmi merupakan perusahaan market-making dan arbitrase, Alameda mengeksploitasi inefisiensi di pasar kripto global (termasuk “kimchi premium” dan arbitrase Jepang/Korea) dan tumbuh mengelola miliaran dolar aset. Caroline Ellison menjadi co-CEO bersama Sam Trabucco pada 2021, kemudian satu-satunya CEO pada 2022, sebelum bekerja sama dengan jaksa penuntut dan mengaku bersalah.
Latar Belakang
SBF mendirikan Alameda setelah bekerja di Jane Street Capital, menerapkan strategi arbitrase kuantitatif ke pasar kripto. Alameda dikenal karena market-making agresif, perdagangan OTC berskala besar, dan pengaruh atas harga token proyek-proyek yang memegang posisi awal.
Penyalahgunaan Dana FTX
Investigasi pasca-keruntuhan dan bukti pengadilan mengungkapkan:
- Dana pelanggan FTX mengalir ke Alameda melalui “back-door” di sistem akuntansi FTX
- Alameda menggunakan dana ini untuk trading spekulatif, investasi berisiko tinggi, dan pengeluaran mewah
- Token FTT (token asli FTX) digunakan sebagai kolateral palsu untuk pinjaman antar-entitas
- Ketika FTT runtuh setelah laporan CoinDesk (November 2022) dan Binance mengumumkan akan menjual kepemilikan FTT-nya, lubang $8+ miliar terungkap
Keruntuhan dan Persidangan
November 2022: FTX mengajukan kebangkrutan setelah tidak dapat memenuhi penarikan pelanggan. Alameda juga kolaps bersamaan.
Desember 2022: SBF ditangkap di Bahama.
Oktober 2023: SBF dinyatakan bersalah atas penipuan dan konspirasi.
Maret 2024: SBF dijatuhi hukuman 25 tahun penjara.
Caroline Ellison, Gary Wang, dan Nishad Singh mengaku bersalah dan bekerja sama dengan penuntut.
Dampak terhadap Industri
Keruntuhan FTX/Alameda adalah salah satu peristiwa paling merusak dalam sejarah kripto:
- Menghapus ~$32 miliar nilai pasar dalam hitungan hari
- Memicu pengetatan regulasi kripto global, termasuk mendorong percepatan regulasi OJK/Bappebti di Indonesia
- Memaksa exchange terpusat untuk membuktikan “proof of reserves”
- Memperkuat argumen untuk solusi custody mandiri (self-custody) dan DeFi
Kritik
- Kegagalan due diligence investor: Investor terkemuka termasuk Sequoia, SoftBank, dan Temasek memberikan modal besar kepada FTX/Alameda tanpa due diligence yang memadai. Ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam ekosistem VC kripto.
- Konflik kepentingan yang tidak diungkapkan: Hubungan antara Alameda (market maker) dan FTX (exchange) adalah konflik kepentingan fundamental yang tidak pernah diungkapkan secara transparan kepada pelanggan.
- Risiko exchange terpusat: FTX/Alameda menjadi pelajaran utama tentang risiko menyimpan dana di exchange terpusat tanpa verifikasi independen solvabilitas.
Sentimen Media Sosial
- r/CryptoCurrency / r/FTX_Creditors: Kolaps FTX/Alameda adalah peristiwa paling banyak dibahas dalam sejarah kripto Reddit. Thread tentang persidangan SBF dan pemulihan dana pelanggan terus aktif.
- X/Twitter: Kasus ini memicu debat panjang tentang etika, regulasi, dan transparansi di industri kripto. Jurnalis kripto seperti yang dari CoinDesk yang pertama melaporkan lubang Alameda menjadi terkenal karenanya.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Keruntuhan FTX berdampak langsung pada banyak pengguna kripto Indonesia yang menggunakan platform. Diskusi tentang FTX/Alameda sering muncul sebagai peringatan tentang risiko exchange terpusat dan pentingnya self-custody.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Risiko Kripto: Pelajaran dari Kejatuhan Celsius
- Cadangan Strategis Bitcoin AS: Analisis
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- CoinDesk — Alameda Balance Sheet Leak — artikel CoinDesk yang memicu keruntuhan FTX dengan mengungkap neraca keuangan Alameda.
- DOJ — United States v. Bankman-Fried — siaran pers DOJ tentang vonis SBF 25 tahun penjara.
- NY Times — The Rise and Fall of FTX — rekonstruksi mendalam tentang keruntuhan FTX/Alameda.