| Penulis | Sheikh, Humayun; Sherborne, Toby; Ward, Jonathan |
|---|---|
| Tahun | 2019 |
| Proyek | Fetch.ai |
| Lisensi | Apache-2.0 |
| Sumber Resmi | fetch.ai/whitepaper |
Fetch.ai (2019) oleh Humayun Sheikh, Toby Sherborne, dan Jonathan Ward menggambarkan jaringan di mana Autonomous AI Agents yang digerakkan AI dapat secara mandiri menemukan, bernegosiasi dengan, dan bertransaksi dengan agen dan layanan lain untuk menyelesaikan tugas-tugas ekosistem yang kompleks — dari optimasi ride-matching hingga pasar energi terdesentralisasi.
Fetch.ai didirikan di Cambridge, Inggris pada 2017, mengumpulkan $6 juta dalam IEO Binance Launchpad 2019. Pada 2024, Fetch.ai bergabung dengan SingularityNET dan Ocean Protocol untuk membentuk ASI Alliance, menggabungkan token menjadi ASI dan menciptakan ekosistem AI terdesentralisasi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar gabungan.
Konteks: Internet of Value Membutuhkan Agen Otonom
Thesis inti Fetch.ai: internet nilai membutuhkan AI agents yang dapat bertindak atas nama pengguna tanpa intervensi manusia yang konstan. Seperti web 2.0 memiliki service daemon yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain via API, web3 membutuhkan agen yang dapat bernegosiasi, bertransaksi, dan mengoptimalkan atas nama pemiliknya secara otonom.
uAgents: Autonomous Agents
Agen otonom Fetch.ai (uAgents) adalah unit inti:
- Dibangun dengan library Python
uagents - Setiap agen memiliki DID (alamat Agentverse) dan dapat mengirim/menerima pesan secara asinkron
- Dapat berjalan secara lokal, di Agentverse (hosted), atau di perangkat IoT
- Agen dapat menemukan agen lain melalui sistem penemuan layanan
Use case: Agen supply chain yang secara otonom memantau level inventaris, membandingkan harga dari pemasok berganda, dan memicu pesanan pembelian ketika stok jatuh di bawah ambang batas — semua tanpa intervensi manusia.
Agentverse
Platform hosted Fetch.ai untuk deployment, penemuan, dan monetisasi agen:
- Agent Store: Marketplace di mana agen mencantumkan layanan yang dapat ditemukan oleh agen lain
- Memungkinkan developer memonetisasi agen mereka dengan biaya per penggunaan dalam FET
- Agen yang di-host tidak memerlukan server yang dijalankan pengguna
AI Engine (DeltaV)
Perencana tugas bertenaga GPT yang menerjemahkan permintaan bahasa alami pengguna ke dalam urutan panggilan agen:
- Menerima instruksi bahasa alami (“pesan tiket bioskop untuk malam ini”)
- Menemukan agen yang relevan di Agent Store
- Merancang urutan panggilan multi-agen untuk memenuhi permintaan
- Mengeksekusi rencana secara otonom
Token FET / ASI Alliance
Pada 2024, Fetch.ai bergabung dengan SingularityNET dan Ocean Protocol ke dalam ASI Alliance, menggabungkan token FET, AGIX, dan OCEAN menjadi token ASI terpadu. FET adalah token utilitas Fetch.ai untuk governance, staking, dan biaya agen. ASI dimaksudkan sebagai flaghship token untuk narasi AI x crypto.
Ledger Fetch.ai
Chain L1 Cosmos SDK kustom untuk registri agen, staking, dan pembayaran antar-agen. Kompatibel IBC dengan ekosistem Cosmos.
Catatan Realistis
- Fetch.ai memelopori paradigma autonomous AI agent dalam kripto.
- Adopsi agentic AI masih dini: Agen otonom on-chain yang benar-benar melakukan negosiasi dan transaksi ekonomi yang bermakna masih dalam tahap awal per 2024.
- Merger ASI Alliance: Menggabungkan tiga ekosistem token yang terpisah memberikan narasi AI x crypto yang lebih besar tetapi juga mempersulit proposisi nilai masing-masing token.
Warisan
Fetch.ai adalah salah satu proyek pertama yang secara serius membangun infrastruktur untuk autonomous AI agents on-chain. ASI Alliance yang dibentuk pada 2024 menciptakan ekosistem AI desentralisasi terbesar berdasarkan kapitalisasi gabungan. Framework uAgents-nya menjadi salah satu SDK agent paling mudah digunakan untuk developer Python.
Istilah Terkait
Referensi
- Sheikh, H.; Sherborne, T.; Ward, J. (2019). Fetch.ai Whitepaper. fetch.ai/whitepaper