0x Protocol: Protokol Terbuka untuk Pertukaran Terdesentralisasi Off-Chain Order Relay

Penulis Warren, Will; Bandeali, Amir
Tahun 2017
Proyek 0x Protocol
Lisensi Apache-2.0
Sumber Resmi 0x.org/pdfs/0x_white_paper.pdf
Disclaimer: Halaman ini merupakan ringkasan dan analisis edukatif dari whitepaper atau makalah teknis resmi. Konten ini disajikan untuk tujuan pendidikan semata dan bukan merupakan saran investasi atau keuangan. Selalu baca dokumen asli dan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun.

0x Protocol — dideskripsikan dalam whitepaper tanggal 21 Februari 2017 oleh Will Warren dan Amir Bandeali — memperkenalkan arsitektur hybrid DEX: order dibuat dan ditandatangani secara kriptografis off-chain (tanpa gas), disiarkan melalui jaringan “Relayer” terbuka, dan diselesaikan (settled) dalam satu transaksi on-chain melalui shared smart contract. Ini membuat market-making ekonomis di Ethereum untuk pertama kalinya dan menjadi infrastruktur layer yang mendasari banyak DEX dan aggregator DeFi profesional.

ZRX token diluncurkan dalam token sale Agustus 2017, mengumpulkan $24 juta dalam 48 jam. 0x Protocol menjadi salah satu DEX infrastructure paling berpengaruh dalam sejarah DeFi awal.

Konteks: Masalah On-Chain Order Book

Sebelum 0x, DEX seperti EtherDelta menempatkan dan membatalkan order secara on-chain. Setiap pembuatan order dan pembatalan memerlukan transaksi Ethereum dengan biaya gas. Ini membuat market-making secara ekonomis tidak layak: kamu membayar gas setiap kali ingin mempublikasikan atau memperbarui harga, bahkan jika tidak ada yang membeli. Hasilnya: spread lebar, likuiditas tipis, dan pengalaman perdagangan yang buruk.

Solusi 0x: pindahkan pembuatan order off-chain, pertahankan penyelesaian on-chain. Market maker menandatangani ribuan order dalam milidetik (hanya tanda tangan kriptografis, tanpa gas). Hanya trader yang benar-benar mengeksekusi yang membayar gas dalam satu transaksi.

Struktur Order Message

Sebuah order 0x adalah pesan terstruktur (bukan transaksi on-chain) yang berisi:

  • makerAddress: Siapa yang menjual
  • takerAddress: “Zero address” = siapa pun dapat mengisi
  • makerAssetData / takerAssetData: ERC-20 yang diperdagangkan dan jumlahnya
  • makerFee / takerFee: Biaya ZRX yang dibayarkan ke Relayer
  • expirationTimeSeconds / salt: Nonce dan kedaluwarsa
  • signature: Tanda tangan ECDSA EIP-712 maker atas semua field di atas

Order ditandatangani menggunakan EIP-712 (structured data signing) sehingga pengguna dapat membaca apa yang mereka tandatangani di MetaMask. Tanda tangan tidak dikirim on-chain sampai penyelesaian.

Exchange Smart Contract

Contract inti Exchange.sol menangani:

  • Validasi tanda tangan: Memverifikasi ECDSA maker atas hash order
  • Akuntansi fill: Melacak partial fill per hash order; memastikan tidak ada order yang overfill
  • Transfer aset atomik: Memanggil ERC-20.transferFrom() untuk memindahkan token maker ke taker dan taker ke maker dalam satu transaksi
  • Distribusi fee: Mentransfer biaya ZRX ke Relayer

Karena smart contract adalah infrastruktur bersama (bukan per-DEX), semua aplikasi kompatibel 0x mendapat manfaat dari logika penyelesaian yang sama yang sudah diaudit.

Jaringan Relayer

Relayer adalah operator order book off-chain:

  • Menjalankan database order yang ditandatangani maker
  • Menyediakan API dan UI untuk taker menemukan dan mengisi order
  • Mendapatkan biaya ZRX dari setiap order yang terisi
  • Bersaing berdasarkan likuiditas, UX, dan akses ke market maker

Relayer historis yang notable: Radar Relay, DDEX, Tokenlon, Matcha (aggregator front-end 0x sendiri), ParaSwap.

Token ZRX

ZRX memiliki dua fungsi protokol:

  • Biaya maker: Maker dapat menentukan biaya ZRX yang dibayarkan ke Relayer untuk setiap order yang terisi
  • Governance: Pemegang ZRX memvoting upgrade protokol 0x, perubahan model fee

ZRX tidak memberikan bagian pendapatan protokol secara langsung — ini adalah mekanisme fee + governance.

Evolusi: 0x v2, v3, v4

  • 0x v2 (2018): Menambahkan dukungan NFT (trading ERC-721), multi-asset orders, EIP-712
  • 0x v3 (2019): Protocol-level staking: ZRX staker membuat “staking pools”, volume trading menghasilkan reward ETH untuk staker dan Relayer
  • 0x v4 (2021): Modular “feature” contracts, pengurangan gas ~50%, “Limit Orders” dan “RFQ Orders” sebagai tipe order berbeda

Matcha: DEX aggregator front-end milik 0x Labs, merutingkan perdagangan ke 0x, Uniswap, Curve, Balancer untuk eksekusi terbaik.

Catatan Realistis

  • 0x memelopori arsitektur “off-chain order relay, on-chain settlement” yang sangat berpengaruh — banyak DEX dan aggregator kemudian mengadopsi pola ini.
  • Persaingan dengan AMM: Model AMM Uniswap (konstan, tidak memerlukan market maker aktif) mulai mendominasi volume DEX pada 2019–2020. AMM lebih sederhana untuk pengguna kasual dan tidak memerlukan Relayer.
  • Relevansi berlanjut: 0x API tertanam di MetaMask Swap, Coinbase Wallet, dan Matcha — sebagian besar pengguna menggunakannya tanpa menyadarinya. Fokus 0x telah bergeser ke infrastruktur agregasi dan perdagangan institusional.

Warisan

0x Protocol adalah salah satu proyek DeFi paling berpengaruh dari era 2017–2018. Arsitektur off-chain order/on-chain settlement-nya mendefinisikan cara DEX profesional beroperasi. Pendekatan shared Exchange contract-nya (infrastruktur layer bersama untuk aplikasi multiple) menjadi template untuk protokol DeFi selanjutnya. Pembayaran ZRX sebagai fee mekanisme meresmikan kategori “utility token” dalam ekosistem Ethereum.

Istilah Terkait

Referensi