The Graph: Protokol Pengindeksan dan Kueri Terdesentralisasi untuk Blockchain

Penulis Tal, Yaniv; Thibodeau, Brandon; Hernandez, Jannis; et al. (Edge & Node / The Graph Foundation)
Tahun 2020
Proyek The Graph / Edge & Node
Lisensi MIT
Sumber Resmi thegraph.com/docs
Disclaimer: Halaman ini merupakan ringkasan dan analisis edukatif dari whitepaper atau makalah teknis resmi. Konten ini disajikan untuk tujuan pendidikan semata dan bukan merupakan saran investasi atau keuangan. Selalu baca dokumen asli dan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun.

The Graph adalah protokol pengindeksan dan kueri terdesentralisasi untuk blockchain, yang dideskripsikan dalam spesifikasi protokol 2020 oleh Yaniv Tal, Brandon Thibodeau, dan Jannis Hernandez dari Edge & Node. The Graph memecahkan masalah akses data blockchain: data blockchain mentah (event, transaksi, state) tidak terstruktur untuk kueri efisien, sehingga sulit bagi dApp untuk menjawab pertanyaan seperti “tampilkan semua trade oleh alamat X di Uniswap v2 dalam 30 hari terakhir.”

Publikasi dan Konteks

Sebelum The Graph (sekitar 2018), dApp menghadapi pilihan biner untuk akses data blockchain:

  1. Jalankan node arsip Ethereum sendiri + pengindeks kustom — mahal (~$5.000+/bulan), operasional kompleks
  2. Gunakan penyedia API terpusat (Infura, Alchemy) — cepat dan murah tetapi mengharuskan kepercayaan pada pihak yang dapat menyensor atau gagal

Layanan hosted The Graph (2020) membuktikan konsepnya. Desentralisasi protokol (mainnet 2021) memindahkan fungsionalitas layanan hosted ke jaringan tanpa izin.

Subgraph

Sebuah subgraph adalah spesifikasi pengindeksan data open-source yang terdiri dari:

  • Subgraph Manifest (subgraph.yaml): Kontrak mana yang diindeks, event/fungsi mana yang dilacak, blok mulai
  • GraphQL Schema (schema.graphql): Tipe entitas dan relasi yang mendefinisikan struktur data terindeks
  • Fungsi mapping (AssemblyScript): Mentransformasikan event blockchain mentah menjadi entitas schema yang ditentukan

Hasilnya: API GraphQL yang bisa dikueri yang menjawab pertanyaan data terstruktur tentang riwayat blockchain — setara dengan database SQL untuk data on-chain.

Peserta Jaringan

  • Indexer: Node yang men-deploy subgraph, mengindeks data blockchain, dan melayani kueri; di-stake GRT sebagai jaminan; dibayar dalam GRT dari biaya kueri + inflasi indeks
  • Curator: Memberi sinyal subgraph berkualitas tinggi dengan men-stake GRT pada subgraph tertentu; mendapat bagian biaya kueri jika subgraph banyak digunakan
  • Delegator: Men-stake GRT ke Indexer tanpa menjalankan node sendiri; mendapat bagian imbalan indeks
  • Developer: Mempublikasikan subgraph dan membayar biaya kueri dalam GRT

Mekanisme Insentif

The Graph menggunakan bonding curve untuk sinyal Curator — lebih awal Anda mensinyalkan subgraph, semakin rendah biayanya dan semakin banyak potensi imbalan. Ini menciptakan insentif discovery: Curator secara ekonomis termotivasi menemukan subgraph berkualitas lebih awal dari yang lain. Indexer yang melayani data tidak akurat menghadapi risiko slashing stake GRT mereka.

Keterbatasan

  • Biaya kueri di jaringan terdesentralisasi lebih tinggi dari layanan hosted terpusat
  • Latensi kueri bervariasi tergantung kinerja Indexer
  • Model ekonomi GRT yang kompleks membingungkan pengguna baru
  • Layanan hosted masih banyak digunakan meski sudah deprecation

Warisan dan Dampak

The Graph menetapkan GraphQL sebagai standar de facto untuk kueri data blockchain di Ethereum. Decentralized indexing menjadi kategori infrastruktur tersendiri dalam ekosistem Web3. GRT token sale mengumpulkan $12 juta, dan The Graph menjadi salah satu protokol infrastruktur DeFi paling banyak digunakan dengan ribuan subgraph aktif.

Istilah Terkait

Referensi