| Penulis | Sun, Justin; TRON Foundation |
|---|---|
| Tahun | 2017 |
| Proyek | TRON / TRON Foundation |
| Lisensi | MIT |
| Sumber Resmi | tron.network |
TRON adalah blockchain Delegated Proof of Stake yang dideskripsikan dalam whitepaper 2017 karya Justin Sun dan TRON Foundation. Awalnya diposisikan sebagai platform distribusi konten hiburan terdesentralisasi, TRON berkembang menjadi salah satu jaringan kontrak pintar bervolume tertinggi secara global — terutama sebagai jaringan dominan untuk transfer USDT (Tether).
Publikasi dan Konteks
Justin Sun meluncurkan TRON pada September 2017 melalui ICO yang mengumpulkan ~$70 juta. Mainnet diluncurkan 31 Mei 2018, dengan migrasi dari token ERC-20 Ethereum ke chain mandiri.
Kontroversi plagiarisme (2018): Beberapa jurnalis dan pengembang mendokumentasikan bahwa whitepaper TRON awal mengandung teks yang disalin kata per kata dari whitepaper IPFS dan Filecoin tanpa atribusi. Justin Sun mengakui masalah tersebut dan merilis whitepaper yang direvisi.
Akuisisi BitTorrent (2018): TRON Foundation mengakuisisi BitTorrent Inc. seharga $140 juta — akuisisi protokol terdesentralisasi terbesar pada saat itu.
Delegated Proof of Stake (DPoS)
TRON menggunakan sistem DPoS mirip EOS:
- 27 Super Representative (SR) aktif memproduksi blok secara bergantian
- Kandidat SR dipilih oleh pemegang TRX melalui pemungutan suara berkelanjutan
- Blok diproduksi setiap 3 detik
- SR berikutnya (kandidat 28–127) mendapatkan imbalan lebih kecil
Model Sumber Daya (Energy dan Bandwidth)
TRON tidak menggunakan biaya gas seperti Ethereum. Sebaliknya:
- Bandwidth: Digunakan untuk transfer TRX dan transaksi sederhana; didapatkan dengan men-stake TRX
- Energy: Digunakan untuk eksekusi kontrak pintar; didapatkan dengan men-stake TRX atau dibayar dalam TRX
- Transfer USDT (TRC-20) murah secara drastis dibanding Ethereum karena model resource ini
Dominasi USDT
Keputusan Tether untuk menerbitkan USDT di TRON (TRC-20) mengubah nasib jaringan. Biaya transfer USDT yang sangat rendah (~$1) dibanding Ethereum (~$5–50) selama congestion membuatnya menjadi pilihan default untuk transfer stablecoin, terutama di bursa dan transfer person-to-person di pasar berkembang. Pada 2024, volume transfer USDT di TRON secara konsisten melebihi Ethereum.
Keterbatasan
- 27 SR menimbulkan kekhawatiran sentralisasi signifikan
- Reputasi tercemar oleh kontroversi plagiarisme dan persepsi proyek “hype”
- Banyak digunakan untuk transaksi judi online dan aktivitas abu-abu
- Desain teknis tidak inovatif; sebagian besar merupakan adaptasi dari EOS dan Ethereum
Warisan dan Dampak
Terlepas dari kontroversi, TRON berhasil membangun utilitas nyata melalui volume transfer USDT. Ini adalah contoh langka di mana blockchain berhasil karena proposisi nilai praktis (biaya rendah untuk stablecoin) alih-alih inovasi teknis. Akuisisi BitTorrent tetap menjadi integrasi paling ambisius antara protokol terdesentralisasi lama dan blockchain baru.
Istilah Terkait
Referensi
- Sun, Justin; TRON Foundation. “TRON White Paper v2.0” (2017)
- tron.network/white_paper_v_2_0.pdf