Radix (XRD) adalah blockchain layer-1 yang dibangun dari awal untuk decentralized finance — menggunakan konsensus Cerberus (protokol BFT yang di-shard untuk komposabilitas atomic lintas-shard), Radix Engine (mesin state yang memperlakukan token sebagai objek sumber daya kelas pertama, mencegah bug reentrancy dan double-spend secara struktural), dan Scrypto (bahasa smart contract berbasis Rust) — dengan XRD sebagai token native untuk staking, biaya transaksi, dan royalti developer.
Fakta Kunci
| Properti | Detail |
|---|---|
| Ticker | XRD |
| Max Supply | 24000000000 XRD |
| Diluncurkan | 28 Juli 2021 (Olympia mainnet) |
| Upgrade Babylon | 28 September 2023 (smart contract penuh) |
| Konsensus | Proof of Stake (Cerberus BFT) |
| Smart Contract | Scrypto (berbasis Rust) |
Arsitektur Teknis
1. Konsensus Cerberus:
- Tidak seperti chain shard paralel yang kesulitan komunikasi lintas-shard, Cerberus memungkinkan sharding “terjalin” di mana validator bekerja lintas shard secara bersamaan
- Memungkinkan transaksi atomic lintas-shard tanpa bridging
- Dirancang untuk skalabilitas throughput linear
2. Radix Engine (Model Sumber Daya):
Alih-alih VM Turing-complete generik (seperti EVM), Radix Engine memperlakukan setiap token/NFT sebagai sumber daya kelas pertama:
- Token tidak bisa diduplikasi atau dihancurkan secara tidak sengaja
- Runtime memeriksa constraint ini secara native
- Menghilangkan seluruh kategori bug smart contract: reentrancy, double-spend
- Tidak seperti standar ERC-20 Ethereum yang memetakan saldo token, sumber daya Scrypto dipindahkan antar vault
3. Bahasa Smart Contract Scrypto:
- Berbasis sintaks Rust, dirancang di sekitar model sumber daya
- Developer “membuat” vault dan memindahkan sumber daya antar vault
- Runtime memastikan aset tidak bisa ada di beberapa tempat sekaligus
4. Royalti Developer:
Fitur unik Radix: developer dapat menetapkan biaya royalti pada smart contract/komponen mereka, mendapatkan sebagian dari setiap transaksi yang menggunakan kode mereka.
Tokenomik
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Ticker | XRD |
| Max Supply | 24000000000 XRD |
| Pasokan awal mainnet | ~9,6 miliar XRD |
| Hadiah staking | Inflationary, dari pool cadangan |
| Emisi | Pelepasan bertahap dari 12,4 miliar cadangan selama ~40 tahun |
Sejarah
- 2013 — Dan Hughes mulai meneliti buku besar terdistribusi yang skalabel (proyek awal: eMunie)
- 2017 — Rebranding ke Radix DLT; pengembangan makalah Cerberus
- 2020 — Radix menerbitkan whitepaper Cerberus
- 28 Juli 2021 — Mainnet Radix Public Network (Olympia) diluncurkan
- 28 September 2023 — Upgrade Babylon: smart contract Scrypto penuh, Radix Wallet, dan alat developer diluncurkan
- 2023–2024 — DEX (Ociswap, CaviarNine), protokol DeFi mulai deploy; ekosistem DeFi Radix mulai tumbuh
Kritik
Radix menghadapi kerugian kompetitif karena timeline pengembangan panjang (konsep 2013 hingga smart contract penuh 2023) — saat kompetitor seperti Solana dan Avalanche berkembang lebih cepat. Kritikus menunjukkan bahwa meskipun klaim Scrypto tentang menghilangkan bug reentrancy secara struktural valid, bug logika bisnis dalam smart contract tetap bisa menyebabkan kerugian finansial.
Sentimen Media Sosial
- X/Twitter: Komunitas Radix berdedikasi dan menekankan kebenaran teknik model sumber daya; kritik menunjuk pada timeline pengembangan yang panjang vs. L1 yang bergerak cepat.
- r/RadixDLT: Komunitas aktif; launch Babylon 2023 diterima positif.
- Komunitas kripto Indonesia: Radix jarang dibahas di komunitas Indonesia; lebih dikenal di kalangan developer blockchain teknis.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Mengapa Smart Contract Audit Gagal
- Apakah Jaringan Layer 2 Terdesentralisasi?
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Whitepaper Cerberus (https://radixdlt.com/) — Fondasi teoritis protokol konsensus Radix.
- Dokumentasi Radix Engine (https://docs.radixdlt.com/) — Detail teknis model sumber daya dan bahasa Scrypto.
- DefiLlama: Radix (https://defillama.com/chain/Radix) — Data TVL ekosistem DeFi Radix.