Grayscale Investments

Grayscale Investments diluncurkan pada 2013 sebagai perusahaan pertama yang menawarkan saham yang diperdagangkan secara publik dalam trust Bitcoin — bertahun-tahun sebelum regulator AS menyetujui ETF Bitcoin. Selama hampir satu dekade, GBTC menjadi kendaraan utama bagi investor institusional, dana pensiun, dan rekening pensiun untuk mendapatkan eksposur Bitcoin dalam akun broker yang sudah ada tanpa menyimpan kripto secara langsung.

Kemenangan hukum Grayscale melawan SEC pada Agustus 2023 secara langsung membuka jalan bagi persetujuan ETF Bitcoin pada Januari 2024, yang secara permanen mengubah akses institusional ke kripto di AS.

Era Premium GBTC (2020–2021)

GBTC secara historis diperdagangkan dengan premium signifikan terhadap nilai aset bersih (NAV) Bitcoin — mencapai puncak ~40%+ pada Q1 2021. Ini menciptakan “perdagangan arbitrase GBTC” yang terkenal: investor besar meminjam Bitcoin, menyetorkan ke GBTC pada NAV, menunggu lockup 6 bulan, lalu menjual saham dengan premium.

Premium ini menghilang pada pertengahan 2021 ketika ETF Bitcoin Kanada diluncurkan, memberikan investor alternatif pelacak NAV yang sesungguhnya. GBTC kemudian mulai diperdagangkan dengan diskon terhadap NAV — konversi ke ETF spot menjadi satu-satunya cara untuk menutup diskon tersebut.

Pertempuran Hukum dengan SEC

Grayscale mengajukan permohonan untuk mengkonversi GBTC ke ETF Bitcoin spot berkali-kali. SEC menolak berulang kali. Grayscale menggugat SEC pada 2022. Pada Agustus 2023, Pengadilan Banding DC memutuskan demi Grayscale — menetapkan bahwa SEC gagal menjelaskan penolakan berdasarkan persetujuan produk terkait Bitcoin sebelumnya. Pada Januari 2024, ETF Bitcoin spot AS pertama, termasuk GBTC yang terkonversi, diluncurkan.

Arus Keluar Pasca ETF

Peluncuran ETF memicu arus keluar masif karena biaya GBTC (~1,5% per tahun) jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing seperti BlackRock iShares Bitcoin Trust (0,25%) dan Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (0,25%). Miliaran dolar keluar dari GBTC ke produk berbiaya lebih rendah, menunjukkan bahwa “monopoli” GBTC berakhir dengan munculnya persaingan.

Kritik

Grayscale dikritik atas biaya tinggi GBTC pasca-konversi dan keterlambatan dalam merespons tuntutan pasar. Hubungan Grayscale dengan Digital Currency Group (DCG) dan Genesis Capital — yang bangkrut menyusul runtuhnya FTX — juga menimbulkan kekhawatiran tata kelola.

Sentimen Media Sosial

Di X/Twitter, GBTC menjadi topik hangat selama pertarungan hukum dengan SEC dan peluncuran ETF Januari 2024. Di komunitas kripto Indonesia, Grayscale dikenal sebagai pintu gerbang institusional Bitcoin pertama di AS.

Terakhir diperbarui: 2026-04

Istilah Terkait

Lihat Juga

Sumber

  • Grayscale Investments (https://grayscale.com) — website resmi.
  • SEC (https://www.sec.gov) — dokumen persetujuan ETF Bitcoin spot Januari 2024.
  • CoinGecko (https://www.coingecko.com/en/coins/bitcoin) — data pasar Bitcoin.