BLAST adalah token tata kelola dari Blast — jaringan Layer 2 Ethereum yang dibangun di atas OP Stack oleh Tieshun “Pacman” Roquerre (pendiri Blur NFT marketplace) — yang menjadi L2 pertama dengan imbal hasil native bawaan di tingkat protokol: semua ETH yang dijembatani ke Blast mendapatkan imbal hasil staking (melalui stETH Lido) secara otomatis, dan semua stablecoin mendapatkan imbal hasil T-Bill (melalui DSR MakerDAO), dengan imbal hasil dikembalikan ke dompet pengguna dan dApp tanpa tindakan manual apa pun.
| Stat | Value |
|---|---|
| Ticker | BLAST |
| Price | $0.00 |
| Market Cap | $29.98M |
| 24h Change | -0.2% |
| Circulating Supply | 60.41B BLAST |
| Max Supply | 100.00B BLAST |
| All-Time High | $0.03 |
| Contract (Blast) | 0xb1a5...e2ad |
Cara Kerja
- Imbal hasil ETH native — ETH yang dijembatani ke Blast di-deploy ke stETH Lido. Imbal hasil staking dikembalikan ke dompet Blast secara otomatis, meningkatkan saldo ETH dari waktu ke waktu.
- Imbal hasil stablecoin native — USDB (stablecoin native Blast) menghasilkan imbal hasil dari DAI Savings Rate (DSR) MakerDAO. USDC yang dijembatani ke Blast dikonversi ke USDB dan menghasilkan imbal hasil secara otomatis.
- Rollup OP Stack — Blast menggunakan OP Stack Optimism untuk arsitektur rollup-nya — optimistic rollup dengan kompatibilitas EVM dan penyelesaian Ethereum.
- Berbagi imbal hasil dApp — Developer dApp dapat memilih apakah mempertahankan imbal hasil untuk protokol mereka atau meneruskannya sepenuhnya ke pengguna.
Tokenomik
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Ticker | BLAST |
| Total Pasokan | 100.000.000.000 (100 miliar) |
| Peluncuran | 26 Juni 2024 (mainnet + token) |
| Chain | Blast L2 (OP Stack, penyelesaian Ethereum) |
| Imbal hasil native | ETH → imbal hasil stETH; stablecoin → imbal hasil DSR |
| Token gas | ETH (di Blast L2) |
Sejarah
- Nov 2023: Pacman diam-diam meluncurkan Blast dengan mekanisme deposit pra-peluncuran. Pengguna bisa menjembatani ETH ke Blast (dikunci hingga mainnet) untuk mendapatkan “Blast Points.” Kontroversi muncul — beberapa menyebut mekanisme ini “Ponzi” karena ETH terkunci tanpa imbal hasil selama periode pra-peluncuran.
- Feb 2024: Blast mainnet (akses awal) diluncurkan. Imbal hasil ETH dan USDB mulai berjalan.
- Jun 2024: Blast mainnet sepenuhnya diluncurkan. Airdrop BLAST didistribusikan ke pemegang poin. Token BLAST mulai diperdagangkan.
- 2024: Ekosistem Blast tumbuh dengan proyek gaming, DeFi, dan NFT. TVL mencapai beberapa miliar USD. Token BLAST turun dari puncak peluncurannya.
Kritik
- Mekanisme pra-peluncuran kontroversial: Periode deposit dengan ETH terkunci tanpa kemungkinan penarikan dikritik sebagai manipulatif dan berisiko.
- Imbal hasil bukan berasal dari Blast: Imbal hasil native Blast berasal dari Lido dan MakerDAO — Blast hanya mengarahkan imbal hasil yang sudah ada, bukan menciptakan yang baru.
- Token L2 melemah pasca-airdrop: BLAST mengikuti pola umum token tata kelola L2 yang turun signifikan setelah distribusi airdrop.
Sentimen Media Sosial
- r/ethfinance: Perdebatan sengit saat peluncuran — beberapa memuji imbal hasil native, yang lain mengkritik mekanisme lock-up pra-mainnet.
- X/Twitter: BLAST menuai perhatian besar; Pacman aktif berkomunikasi dengan komunitas Blur yang sudah ada.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Blast dikenal di kalangan trader DeFi Indonesia; imbal hasil otomatis menarik tetapi skeptisisme tentang keberlanjutan token BLAST tetap ada.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Apakah Jaringan Layer 2 Benar-benar Terdesentralisasi?
- Apa Itu MEV di Ethereum?
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Blast.io — situs resmi jaringan Blast dan dokumentasi produk.
- CoinGecko — BLAST — data pasar token BLAST.
- The Block — Blast Launch — liputan peluncuran dan kontroversi pra-mainnet Blast.