Blast adalah jaringan Layer 2 Ethereum yang diluncurkan pada 2024 oleh Tieshun “Pacman” Roquerre (pendiri pseudonim dari NFT marketplace Blur) — dengan fitur penentu berupa imbal hasil native: ETH yang dijembatani ke Blast secara otomatis di-stake melalui Lido untuk mendapatkan reward konsensus Ethereum (~4% APY), dan stablecoin yang dijembatani secara otomatis dialokasikan ke protokol imbal hasil T-Bill, sehingga saldo ETH dan USDB pengguna bertumbuh secara default tanpa tindakan manual.
Cara Kerja
Imbal Hasil ETH Native:
- Pengguna menjembatani ETH ke Blast melalui bridge resmi
- Kontrak L2 Blast menyimpan ETH dan menge-stake-nya melalui Lido → mendapatkan imbal hasil stETH
- Saldo ETH di Blast L2 secara otomatis rebases — saldo ETH pengguna bertumbuh seiring akumulasi reward staking
- Rebasing ditangani di tingkat akuntansi L2, bukan oleh pengguna yang memegang token berbeda
USDB (Stablecoin Berbunga Native):
- Pengguna menjembatani USDC/DAI/USDT → dikonversi ke USDB di Blast
- USDB menghasilkan imbal hasil melalui protokol T-Bill (awalnya DSR MakerDAO; diperbarui ke eksposur T-Bill langsung)
- Saldo USDB otomatis meningkat seiring akrual imbal hasil
- Saat penarikan, USDB dikonversi kembali ke stablecoin yang dijembatani + imbal hasil
Rebate Gas untuk Protokol:
- Blast menyertakan sistem rebate biaya gas untuk protokol — kontrak yang di-deploy di Blast dapat mengklaim sebagian biaya gas yang dibayar penggunanya
- Protokol dapat memilih mempertahankan rebate atau meneruskannya ke pengguna
Fitur Utama
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Imbal hasil ETH native | Auto-staking via Lido (~4% APY rebased) |
| Stablecoin native | USDB (berbunga T-Bill) |
| Arsitektur gas | Gas refundable untuk kontrak protokol |
| Stack | Optimistic rollup (varian OP Stack) |
| Token native | BLAST |
| Diferensiasi utama | Imbal hasil default untuk semua ETH dan stablecoin yang dijembatani |
Sejarah
- November 2023: Blast diumumkan oleh “Pacman”; bridge satu arah dibuka — TVL $1 miliar+ terkumpul selama periode holding
- Februari 2024: Blast mainnet diluncurkan; bridge dua arah dibuka
- Juni 2024: Token BLAST diluncurkan; airdrop besar ke depositor dan developer awal
- 2024: Ekosistem protokol DeFi tumbuh di Blast (Thruster, Juice, Particle, dll.)
Kritik
- “Blast bukan L2 biasa dengan program poin”: Benar — imbal hasil native Blast adalah fitur struktural permanen, bukan kampanye airdrop sementara. Imbal hasil ETH rebasing dan USDB terus berjalan tanpa batas, didanai oleh sumber imbal hasil nyata (reward staking Lido, T-Bill).
- Ketergantungan pada Lido: Imbal hasil ETH Blast bergantung pada Lido yang terus berfungsi — risiko smart contract atau perubahan APY staking akan berdampak langsung pada Blast.
Sentimen Media Sosial
- r/ethfinance: Respons beragam — banyak memuji konsep imbal hasil native, tetapi mekanisme lock-up pra-mainnet dikritik sebagai manipulatif dan berisiko.
- X/Twitter: BLAST mendapat perhatian besar dari komunitas NFT yang sudah ada dari Blur; Pacman aktif berkomunikasi.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Blast dikenal di kalangan DeFi enthusiast Indonesia — imbal hasil otomatis menarik namun skeptisisme tentang keberlanjutan tetap ada.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Apakah Jaringan Layer 2 Benar-benar Terdesentralisasi?
- Restaking dan EigenLayer Dijelaskan
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Blast.io — situs resmi dan dokumentasi jaringan Blast.
- L2Beat — Blast — analisis independen keamanan dan TVL Blast.
- The Block — Blast TVL — data dan analisis pertumbuhan TVL Blast.