Bitcoin Halving 2024

Bitcoin Halving 2024 adalah peristiwa keempat dalam sejarah Bitcoin di mana hadiah blok dipotong setengahnya — terjadi pada 19–20 April 2024 di blok 840.000 — mengurangi subsidi blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok yang ditambang, sehingga memangkas laju inflasi tahunan Bitcoin sekitar setengahnya dan mengurangi penerbitan Bitcoin baru dari sekitar 900 BTC menjadi 450 BTC per hari, serta menjadikannya halving pertama yang terjadi bersamaan dengan kehadiran ETF Bitcoin spot yang menciptakan permintaan institusional berskala besar.


Sejarah Halving Bitcoin

Halving Tanggal Blok Reward Sebelum Reward Sesudah Harga BTC saat Halving
1 28 Nov 2012 210.000 50 BTC 25 BTC ~$12
2 9 Jul 2016 420.000 25 BTC 12,5 BTC ~$650
3 11 Mei 2020 630.000 12,5 BTC 6,25 BTC ~$8.600
4 19–20 Apr 2024 840.000 6,25 BTC 3,125 BTC ~$64.000

Halving terjadi setiap 210.000 blok — kira-kira setiap empat tahun mengingat target waktu blok Bitcoin 10 menit. Akan terus berlanjut hingga sekitar tahun 2140, ketika satoshi terakhir ditambang dan hadiah blok mencapai nol.

Apa yang Berbeda di Halving 2024

Konteks penawaran: Pada saat halving 2024, pasokan kumulatif Bitcoin mencapai sekitar 19,7 juta BTC dari maksimum 21 juta. Hanya ~1,3 juta BTC tersisa untuk ditambang — didistribusikan selama lebih dari satu abad penerbitan yang semakin menurun.

Konteks permintaan ETF: ETF Bitcoin spot yang disetujui pada Januari 2024 menyerap sekitar 3.000–5.000+ BTC per hari dalam arus masuk bersih selama bulan-bulan awal terkuat mereka, terhadap total pasokan baru 900 BTC/hari (pra-halving). Setelah halving, pasokan baru turun menjadi 450 BTC/hari sementara permintaan ETF terus berlanjut. Ketidakseimbangan penawaran-permintaan ini secara kualitatif berbeda dari apa pun yang terlihat dalam siklus halving sebelumnya.

Ekonomi penambang: Halving 2024 memotong pendapatan penambang dari subsidi blok sebesar 50% dalam semalam. Ini menciptakan tekanan pada penambang inefisien dengan biaya listrik tinggi, akselerasi konsolidasi menuju operasi berskala besar berbiaya rendah, dan migrasi ke yurisdiksi dengan listrik termurah.

“Halving Trade” dalam Konteks Indonesia

Di komunitas kripto Indonesia (Indodax, Tokocrypto, Pintu), halving sering dipandang sebagai sinyal bullish jangka menengah. Pola historis yang sering dikutip:

  • 12–18 bulan sebelum halving: Akumulasi pra-halving saat pasar mengantisipasi pengurangan pasokan
  • Segera setelah halving: Campuran/datar (dinamika buy the rumor, sell the news)
  • 12–18 bulan pasca-halving: Pasar bull yang kuat saat penerbitan yang berkurang bertemu katalis permintaan

Halving 2024 rumit karena Bitcoin sudah mencapai all-time high baru di Maret 2024 (~$73.000) sebelum halving — pola yang tidak terlihat dalam siklus sebelumnya, dikaitkan dengan katalis permintaan ETF.


Kritik

  • Terlalu banyak diperdagangkan: Dengan halving yang diketahui jauh sebelumnya, banyak analis berargumen bahwa pasar sudah memperhitungkan dampak ini — membuat kenaikan harga pasca-halving yang diharapkan menjadi lebih kecil dari siklus sebelumnya.
  • Tekanan penambang: Pemotongan pendapatan 50% mendorong penambang marginal keluar dan mempercepat konsolidasi, meningkatkan kekhawatiran sentralisasi hashrate.
  • Perubahan pola siklus: Kenaikan pra-halving yang tidak biasa pada 2024 mendorong banyak analis mempertanyakan apakah “halving trade” tradisional masih berlaku dalam era ETF.

Sentimen Media Sosial

  • r/Bitcoin: Halving diperlakukan sebagai momen sakral — dengan banyak diskusi tentang implikasi pasokan dan skenario harga jangka panjang.
  • X/Twitter: Trending setiap halving; influencer kripto Indonesia aktif mengomentari implikasi untuk altcoin dan potensi alt season.
  • Telegram (komunitas kripto Indonesia): Sangat aktif menjelang dan sesudah halving — banyak diskusi tentang target harga BTC dan timing entry/exit di Indodax.

Terakhir diperbarui: 2026-04


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber