Aleksander Leonard Larsen (lahir di Norwegia) adalah co-founder dan Chief Operating Officer Sky Mavis — studio gaming Vietnam di balik Axie Infinity, game NFT berbasis blockchain yang mendefinisikan boom GameFi 2021. Sementara co-founder Nguyen Thanh Trung (“Jihoz”) mendorong pertumbuhan dan pengembangan ekosistem, Larsen memimpin infrastruktur operasional Sky Mavis, fundraising institusional, hubungan investor, dan kemitraan strategis — membantu Sky Mavis mengumpulkan lebih dari $160 juta dari investor termasuk Andreessen Horowitz (a16z), Paradigm, dan Binance, serta kemudian mengamankan $150 juta dalam pendanaan darurat pasca-hack setelah eksploitasi Ronin bridge pada Maret 2022.
Latar Belakang
- Nama Lengkap: Aleksander Leonard Larsen
- Kewarganegaraan: Norwegia
- Latar Belakang: Gaming kompetitif dan esports (mantan gamer profesional); menemukan game blockchain melalui minat kripto awal
- Peran di Sky Mavis: Co-founder; COO; pemimpin fundraising institusional
Kontribusi Utama
Operasional dan Fundraising Sky Mavis
Larsen memimpin putaran pendanaan institusional yang mengkapitalisasi Sky Mavis sebagai studio game besar:
- Series A (2021): $7,5 juta dipimpin Animoca Brands
- Series B (2021): $152 juta dipimpin a16z dengan Paradigm, FTX Ventures, dan lainnya — menilai Sky Mavis $3 miliar
Respon terhadap Ronin Hack (Maret 2022)
Eksploitasi Ronin bridge — di mana ~$625 juta dicuri (salah satu hack kripto terbesar sepanjang masa) — adalah ujian operasional terbesar yang dihadapi Larsen:
- Mengkoordinasikan respons krisis dan komunikasi publik
- Memimpin upaya fundraising $150 juta untuk mengganti dana yang dicuri
- Bekerja dengan lembaga penegak hukum; serangan diatribusikan ke Lazarus Group Korea Utara
Posisi di Gerakan Play-to-Earn
Larsen adalah salah satu eksekutif permainan paling berpengaruh dalam mendefinisikan narasi “bermain untuk mendapat penghasilan” (P2E) — terutama relevan di negara berkembang seperti Filipina dan, pada tingkat lebih rendah, Indonesia, di mana pemain mencari penghasilan sebenarnya dari game.
Relevansi untuk Indonesia
Model P2E Axie Infinity mendapat adopsi besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Banyak pemain Indonesia bergabung pada 2021 ketika pendapatan AXS/SLP dari gaming bisa melebihi upah minimum lokal. Setelah kolapsnya model ekonomi Axie pada 2022, banyak pemain Indonesia kehilangan sumber penghasilan. Kisah ini menjadi pelajaran penting tentang risiko menggantungkan pendapatan pada token game yang volatil.
Kritik
- Keamanan Ronin yang tidak memadai: Hack Ronin bridge senilai $625 juta menunjukkan bahwa Sky Mavis tidak memprioritaskan keamanan infrastruktur secara memadai seiring pertumbuhan TVL yang besar — kegagalan operasional serius di bawah kepemimpinan COO.
- Model P2E yang tidak berkelanjutan: Selama booming Axie, Larsen dan tim berulang kali mempromosikan model P2E sebagai transformatif secara finansial. Kolaps ekonomi Axie pada 2022 menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab dalam mempromosikan game P2E kepada pemain yang bergantung pada pendapatannya.
Sentimen Media Sosial
- r/AxieInfinity / r/Gamefi: Komunitas Axie terbagi tentang kepemimpinan Larsen — sebagian menghargai respons transparannya terhadap hack Ronin, sebagian mengkritik keamanan yang lemah sebelumnya.
- X/Twitter: Larsen aktif di X/Twitter dengan update tentang pengembangan ekosistem Axie dan Ronin Network. Menjadi pembicara konferensi Web3 yang sering hadir.
- Telegram (komunitas kripto Indonesia): Akselerator pertumbuhan GameFi di Indonesia membuat Axie Infinity dan tokoh-tokoh Sky Mavis seperti Larsen cukup dikenal. Diskusi pasca-hack lebih banyak berfokus pada pemulihan daripada individu spesifik.
Terakhir diperbarui: 2026-04
Istilah Terkait
Lihat Juga
- NFT Gaming dan Kepemilikan On-Chain
- Bridge Kripto: Risiko Keamanan dan Hack
- Tukar kripto dengan ChangeNOW
Sumber
- Sky Mavis — About — halaman resmi Sky Mavis dengan informasi tentang tim pendiri.
- CoinDesk — Ronin Hack $625M — laporan tentang eksploitasi Ronin bridge.
- Forbes — Aleksander Larsen Profile — profil Aleksander Larsen di Forbes 30 Under 30 Asia.