TPS (Transactions Per Second)

TPS (Transactions Per Second) mengukur jumlah transaksi yang dapat diselesaikan jaringan blockchain dalam satu detik — metrik yang paling banyak dikutip untuk membandingkan throughput blockchain dan mengevaluasi skalabilitas, meski seringkali disalahgunakan dalam klaim pemasaran dengan angka teoritis yang jauh dari performa dunia nyata.


Cara Kerja

TPS dihitung sebagai: TPS = Jumlah Transaksi per Blok / Waktu Blok dalam Detik.

Untuk Bitcoin, dengan rata-rata sekitar 2.500 transaksi per blok dan waktu blok 10 menit, TPS adalah sekitar 4–7. Untuk Ethereum, dengan waktu blok ~12 detik dan transaksi variabel per blok, TPS sekitar 15–30 di layer dasar.

TPS yang lebih tinggi umumnya berarti jaringan dapat mengakomodasi lebih banyak pengguna dan aplikasi tanpa kemacetan. Ketika permintaan transaksi melebihi kapasitas TPS, pengguna mengalami kenaikan biaya gas dan waktu konfirmasi yang lebih lama.

TPS di Berbagai Jaringan

Jaringan TPS Perkiraan Jenis Konsensus
Bitcoin 4–7 Proof of Work
Ethereum (L1) 15–30 Proof of Stake
Solana 400–700 (teramati) Proof of History + PoS
Visa (referensi) ~1.700 rata-rata / 65.000 puncak Terpusat
Rollup Ethereum L2 1.000–4.000+ Berbagai

Blockchain Trilemma

TPS menjadi inti dari blockchain trilemma, yang menyatakan bahwa blockchain hanya bisa mengoptimalkan dua dari tiga properti: desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas (throughput). Rantai yang mencapai TPS sangat tinggi sering membuat trade-off dalam desentralisasi — menjalankan lebih sedikit validator atau memerlukan hardware berperforma tinggi.

Solusi Layer 2, termasuk rollup dan state channel, mengatasi ini dengan memproses transaksi di luar rantai utama dan menyelesaikan hasilnya kembali ke layer dasar.

TPS Teoritis vs. Teramati

Banyak proyek mengiklankan TPS teoritis berdasarkan kondisi testnet atau kapasitas blok maksimum. TPS dunia nyata yang teramati biasanya lebih rendah karena ukuran transaksi yang bervariasi, latensi jaringan, dan pola permintaan aktual. Selalu bandingkan TPS mainnet yang teramati, bukan klaim teoritis.


Sejarah

  • 2009 — Bitcoin diluncurkan dengan batas efektif ~7 TPS, cukup untuk use case awalnya sebagai uang elektronik peer-to-peer.**
  • 2017 — Kongesti CryptoKitties di Ethereum menyoroti konsekuensi praktis dari TPS rendah, dengan biaya gas melonjak dan transaksi tertunda berjam-jam.**
  • 2020 — Solana diluncurkan ke mainnet dengan klaim 50.000+ TPS teoritis, memicu perdebatan tentang metodologi di balik benchmark TPS.**
  • 2021 — Rollup Layer 2 Ethereum (Arbitrum, Optimism) diluncurkan, meningkatkan TPS ekosistem efektif secara dramatis.**
  • 2024 — Upgrade Dencun Ethereum mengurangi biaya L2 melalui proto-danksharding, meningkatkan throughput agregat L2.**

Kesalahpahaman Umum

“TPS lebih tinggi selalu berarti blockchain yang lebih baik.”

TPS hanyalah satu dimensi performa. Rantai dengan 100.000 TPS tapi 10 validator jauh lebih terpusat dari Bitcoin di 7 TPS dengan ribuan node di seluruh dunia. Keamanan, desentralisasi, waktu finalisasi, dan biaya per transaksi semuanya penting di samping throughput mentah.

“Visa melakukan 65.000 TPS, jadi blockchain harus menyamainya.”

Angka 65.000 Visa adalah kapasitas puncak teoritis. Rata-ratanya sekitar 1.700 TPS. Blockchain melayani fungsi yang sangat berbeda — settlement, pemrograman, resistensi sensor — dan perbandingan TPS langsung dengan jaringan pembayaran bisa menyesatkan.

Kritik

  • TPS bisa menjadi metrik pemasaran yang menyesatkan: Klaim TPS sering diambil dari kondisi ideal atau benchmark yang tidak mencerminkan penggunaan nyata. Solana mengklaim 65.000 TPS secara teoritis, tapi dalam kondisi aktual penuh congestion, throughput efektif jauh lebih rendah.
  • TPS tinggi sering berarti sentralisasi yang lebih besar: Jaringan yang mampu memproses ribuan TPS biasanya mencapainya dengan mengurangi jumlah validator atau meningkatkan persyaratan hardware — trade-off yang mengorbankan desentralisasi demi performa.
  • TPS bukan satu-satunya metrik yang relevan: Latency (waktu konfirmasi), finality (kapan transaksi benar-benar tidak bisa di-revert), biaya per transaksi, dan desentralisasi semuanya penting. Jaringan dengan TPS tinggi tapi finality lambat atau biaya tersembunyi bisa lebih buruk dari jaringan TPS rendah yang cepat berfinality.

Sentimen Media Sosial

  • r/ethereum / r/solana / r/CryptoCurrency: Perbandingan TPS antar blockchain adalah debat yang sangat umum — dan sering berujung pada “tribalism” blockchain. Komunitas Ethereum berargumen bahwa TPS L1 bukan metrik yang relevan setelah ada L2; komunitas Solana bangga dengan TPS tinggi di L1.
  • X/Twitter: Klaim TPS baru dari proyek blockchain selalu mendapat skeptisisme dari komunitas teknikal. “Real TPS vs. theoretical TPS” adalah pertanyaan yang selalu muncul. Outage Solana saat network congestion mendapat sorotan besar.
  • Telegram (komunitas kripto Indonesia): TPS dikenal sebagai metrik perbandingan blockchain di komunitas kripto Indonesia — “Solana lebih cepat dari Ethereum” adalah klaim yang sering dikutip, tapi implikasi trade-off-nya kurang dipahami.

Terakhir diperbarui: 2026-04


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber