Rollup

Rollup adalah solusi skalabilitas Layer 2 yang mengeksekusi transaksi di luar blockchain utama, mengompresnya menjadi batch, dan memposting hasilnya kembali ke layer dasar untuk keamanan — mewarisi keamanan rantai dasar (biasanya Ethereum) sambil secara dramatis menurunkan biaya gas dan meningkatkan throughput transaksi.


Cara Kerja

Alih-alih memproses setiap transaksi di layer dasar yang mahal, sebuah rollup:

  1. Mengumpulkan banyak transaksi pengguna off-chain ke dalam sequencer.
  2. Mengeksekusi transaksi tersebut dan menghitung state yang dihasilkan.
  3. Mengompres data transaksi (atau hanya proof-nya) dan mempostingnya ke Layer 1.
  4. Mewarisi keamanan dari Layer 1 dengan memungkinkan siapa pun mendeteksi atau membantah penipuan.

Chain dasar hanya perlu memverifikasi sejumlah kecil data per batch, bukan menjalankan setiap transaksi — inilah mengapa rollup dapat menskalakan secara efektif.

Jenis-Jenis Rollup

Optimistic Rollup

Mengasumsikan transaksi valid secara default dan mempublikasikan batch tanpa proof. Periode tantangan (biasanya 7 hari) memungkinkan siapa pun mengajukan fraud proof jika mendeteksi state yang tidak valid. Contoh: Arbitrum, Optimism, Base.

ZK-Rollup

Menghasilkan validity proof kriptografis (biasanya SNARK atau STARK) untuk setiap batch. Proof tersebut secara matematis menjamin kebenaran, sehingga tidak diperlukan periode tantangan — penarikan bisa hampir instan. Contoh: zkSync, StarkNet, Polygon zkEVM, Linea.

Fitur Optimistic Rollup ZK-Rollup
Tipe proof Fraud proof (setelah fakta) Validity proof (di awal)
Penundaan penarikan 7 hari (periode tantangan) Hampir instan
Biaya komputasi Lebih rendah Lebih tinggi (generasi proof)
Kompatibilitas EVM Tinggi Meningkat (zkEVM)

Data Availability

Rollup harus memposting data transaksi di suatu tempat agar siapa pun dapat merekonstruksi state. Sebagian besar rollup memposting calldata atau blob ke Ethereum. EIP-4844 (upgrade Dencun, 2024) memperkenalkan blob transaction yang memotong biaya posting data secara dramatis, mengurangi biaya L2 hingga 80–95%.


Sejarah

  • 2020 — Optimism dan Arbitrum meluncurkan testnet, merintis model optimistic rollup.**
  • 2021 — Arbitrum One diluncurkan di mainnet; Optimism menyusul. Keduanya menarik miliaran TVL.**
  • 2021 — zkSync dan StarkNet diluncurkan di mainnet, membuktikan kelayakan ZK-rollup.**
  • 2023 — Base (oleh Coinbase) diluncurkan di OP Stack, memvalidasi rollup-as-a-service.**
  • 2024 — EIP-4844 (Dencun) dikirim, memotong biaya data blob dan memungkinkan biaya sub-sen di rollup utama.**

Kesalahpahaman Umum

“Rollup adalah blockchain terpisah.”

Rollup tidak independen — mereka menetap ke dan mewarisi keamanan dari layer dasarnya. Jika Ethereum memfinalisasi, state rollup juga final.

“ZK-rollup selalu lebih baik.”

ZK-rollup memiliki overhead komputasi yang lebih tinggi untuk generasi proof dan secara historis lebih sulit dibuat kompatibel dengan EVM. Optimistic rollup tetap banyak digunakan karena tooling developer yang lebih sederhana.

“Semua rollup sama.”

Desain rollup sangat bervariasi dalam hal desentralisasi sequencer, sistem proof, upgrade key, dan pilihan data availability. Istilah “rollup” mencakup spektrum yang luas.

Kritik

  • Sentralisasi sequencer adalah masalah yang belum sepenuhnya terpecahkan: Mayoritas rollup (Arbitrum, Optimism, Base, zkSync) masih menggunakan single sequencer terpusat yang mengontrol urutan transaksi. Sequencer yang down = rollup down, dan single sequencer bisa melakukan MEV atau censorship.
  • Kompatibilitas EVM yang tidak sempurna: Meskipun klaim “EVM compatible,” ada perbedaan subtle antara rollup berbeda yang bisa menyebabkan bug saat mendeploy kontrak — terutama di zk-rollup yang sulit mensimulasikan setiap opcode EVM secara tepat.
  • Ekosistem yang terfragmentasi: Proliferasi rollup (Arbitrum, Optimism, Base, zkSync, Linea, Scroll, Polygon zkEVM, dll.) menciptakan fragmentasi likuiditas dan membingungkan pengguna tentang di mana sebaiknya mereka berinteraksi.

Sentimen Media Sosial

  • r/ethereum / r/DeFi: Rollup adalah tema sentral roadmap Ethereum dan mendapat diskusi sangat aktif. Perdebatan antara Optimistic vs. ZK rollup, sentralisasi sequencer, dan fragmentasi ekosistem adalah topik yang konsisten.
  • X/Twitter: Tim Arbitrum, Optimism, Base, zkSync, dan Starknet aktif di X/Twitter dan mendapat komunitas besar. Rilis milestone baru (stage 1 decentralization, proof system upgrade) selalu mendapat sorotan.
  • Telegram (komunitas kripto Indonesia): Rollup sangat relevan bagi pengguna kripto Indonesia yang bermigrasi dari Ethereum mainnet ke L2 untuk biaya lebih murah. Arbitrum dan Base adalah yang paling sering disebut di komunitas DeFi Indonesia.

Terakhir diperbarui: 2026-04


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber