Binance adalah exchange kripto terpusat (CEX) terbesar di dunia berdasarkan volume trading, didirikan oleh Changpeng Zhao (CZ) pada 2017. Dari platform trading sederhana, Binance berkembang menjadi ekosistem lengkap: spot dan futures trading, Binance Smart Chain/BNB Chain, Binance Launchpad untuk IDO, Binance Academy, Binance NFT, Trust Wallet, dan lainnya. Meskipun menghadapi tekanan regulasi yang signifikan, Binance tetap mendominasi pasar global kripto.
Cara Kerja
Produk utama Binance:
1. Spot Trading:
Pasar utama untuk membeli/menjual kripto dengan harga pasar saat ini. Mendukung lebih dari 350+ pasangan trading.
2. Futures/Derivatives:
Trading kontrak berjangka dengan leverage hingga 125x. Ini adalah produk dengan volume terbesar di Binance.
3. Binance Earn:
Produk yield: flexible savings, staking, locked savings, liquidity farming.
4. Binance Launchpad:
Platform IDO resmi Binance — proyek baru meluncurkan token dan user bisa partisipasi menggunakan BNB.
5. Binance P2P:
Pasar peer-to-peer untuk membeli kripto langsung dengan mata uang fiat melalui sesama pengguna.
Sejarah
Binance didirikan di 2017 dan dalam waktu 6 bulan menjadi exchange terbesar di dunia — pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Binance mengumpulkan $15 juta melalui ICO BNB. Kisah sukses ini sering disebut sebagai salah satu “startup story” terbaik di kripto.
Di 2022–2023, Binance menghadapi tekanan regulasi besar di berbagai negara. Puncaknya, di November 2023, Binance mencapai penyelesaian dengan Departemen Kehakiman AS senilai $4,3 miliar — terbesar dalam sejarah finansial. CZ mengundurkan diri sebagai CEO dan digantikan oleh Richard Teng.
Binance di Indonesia
Binance tidak beroperasi langsung di Indonesia karena regulasi OJK dan Bappebti. Pengguna Indonesia secara resmi menggunakan Tokocrypto (sebelumnya mitra, kini dimiliki Binance) atau exchange lokal lainnya. Meskipun begitu, banyak pengguna Indonesia mengakses Binance global melalui berbagai cara, menjadikannya tetap sangat relevan di komunitas kripto Indonesia.
Kesalahpahaman Umum
“Binance menyimpan aset pengguna dengan aman karena terbesar.”
Ukuran tidak menjamin keamanan. FTX adalah exchange terbesar kedua sebelum kolaps dengan kerugian $8 miliar pengguna. Binance sendiri pernah mengalami hack. Prinsip “not your keys, not your coins” tetap berlaku — aset di exchange adalah risiko counterparty.
“Binance adalah perusahaan yang sepenuhnya transparan.”
Struktur perusahaan Binance sangat tidak transparan — CZ lama menghindari pertanyaan tentang kantor pusat resmi. Penyelesaian DOJ 2023 mengungkap berbagai pelanggaran kepatuhan.
Kritik
Penyelesaian DOJ $4,3 miliar mencakup pengakuan Binance melanggar undang-undang anti-pencucian uang, memfasilitasi transaksi untuk entitas yang dikenai sanksi, dan kegagalan program KYC. Ini adalah kritik serius. Di sisi lain, Binance terus beroperasi dan masih mendominasi pasar — menunjukkan pentingnya exchange dalam infrastruktur kripto global.
Sentimen Media Sosial
Binance adalah nama yang paling dikenal di komunitas kripto Indonesia. Hampir setiap diskusi tentang trading, exchange, atau kripto secara umum menyebut Binance. Berita penyelesaian DOJ membuat banyak pengguna Indonesia khawatir tentang keamanan dana mereka, tapi mayoritas tetap menggunakan layanan Binance. “Binance crash” adalah salah satu skenario paling ditakuti komunitas kripto Indonesia.
Istilah Terkait
Lihat Juga
- Bitcoin ETF 2024: Institutional Impact
- Celsius Collapse: Crypto Lending Risk
- Swap crypto with ChangeNOW