Tether (USDT)

Tether (USDT) adalah stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS. Diterbitkan oleh perusahaan Tether Limited, USDT memungkinkan trader dan investor kripto memindahkan nilai dengan cepat tanpa konversi ke mata uang fiat — sekaligus menghindari volatilitas yang biasa terjadi pada Bitcoin dan altcoin lainnya.


Stat Value
Ticker USDT
Price $1.00
Market Cap $189.70B
24h Change -0.0%
Circulating Supply 189.73B USDT
All-Time High $1.32
Contract (Ethereum) 0xdac1...1ec7
Contract (Klay Token) 0xd077...4fdb
Contract (Tezos) KT1XnT...WR8o
Contract (Tron) TR7NHq...Lj6t
Contract (Solana) Es9vMF...wNYB
Contract (Near Protocol) usdt.t...near
Contract (Kava) 0x919c...109c
Contract (Celo) 0x4806...3d5e
Contract (The Open Network) EQCxE6..._sDs
Contract (Aptos) 0x357b...dc2b
Contract (Avalanche) 0x9702...a8c7

via ChangeNow · T&CsPrice data from CoinGecko as of 2026-04-28. Not financial advice.

Cara Kerja

USDT adalah fiat-backed stablecoin — setiap token USDT diklaim didukung oleh cadangan senilai $1 yang dipegang Tether Limited, terdiri dari uang tunai, obligasi pemerintah AS (Treasury), dan instrumen keuangan lainnya.

Bagaimana USDT digunakan dalam praktik:

  • Pasangan trading — hampir semua exchange menawarkan pasangan BTC/USDT, ETH/USDT, dsb. Trader menggunakan USDT untuk masuk dan keluar posisi tanpa kembali ke fiat
  • Pelabuhan aman saat volatil — saat pasar jatuh, banyak investor pindah ke USDT untuk menghindari kerugian lebih lanjut
  • Transfer lintas border — USDT di jaringan Tron (TRC-20) sangat populer untuk transfer internasional murah dan cepat
  • DeFi — USDT digunakan sebagai collateral, liquidity, dan instrumen yield dalam berbagai protokol DeFi

USDT tersedia di banyak blockchain: Ethereum (ERC-20), Tron (TRC-20), Solana, BNB Chain, Polygon, dan lainnya. Versi TRC-20 adalah yang paling murah untuk ditransfer dan sangat dominan di Asia.


Sejarah

Tether diluncurkan pada 2014 (awalnya bernama Realcoin) oleh perusahaan yang terhubung dengan exchange Bitfinex. Ini adalah stablecoin pertama yang mendapat adopsi luas di industri kripto.

Sepanjang sejarahnya, Tether menghadapi berbagai kontroversi besar:

  • 2017–2019 — Investigasi oleh Jaksa Agung New York menemukan bahwa Bitfinex meminjam $850 juta dari cadangan Tether untuk menutupi kerugian. Tether membayar denda $18,5 juta dan setuju untuk tidak beroperasi di New York.
  • 2021 — Tether membayar $41 juta denda ke CFTC (regulator AS) karena klaim menyesatkan tentang cadangan mereka.
  • Audit — Hingga kini Tether belum pernah menghasilkan audit penuh yang independen. Mereka menerbitkan attestation (verifikasi terbatas) dari firma akuntansi, bukan audit komprehensif.

Meski kontroversi terus ada, USDT tetap mendominasi pasar stablecoin dengan market cap di atas $100 miliar (2024) — lebih dari dua kali lipat pesaing terdekatnya, USDC.


USDT di Indonesia

USDT adalah stablecoin yang paling banyak digunakan di Indonesia. Beberapa alasannya:

  • Pasangan rupiah-USDT tersedia di hampir semua exchange Indonesia (Indodax, Tokocrypto, Pintu, Bittime)
  • Transfer P2P menggunakan USDT TRC-20 populer karena biaya jaringan Tron sangat murah (~$0,001 per transaksi)
  • Pembayaran bisnis beberapa UMKM dan freelancer Indonesia menggunakan USDT untuk menerima pembayaran dari klien internasional
  • Remitansi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri kadang menggunakan USDT sebagai sarana transfer karena lebih murah dan cepat dari layanan remitansi konvensional

OJK dan Bappebti mengakui USDT sebagai aset kripto yang boleh diperdagangkan, namun penggunaannya sebagai alat pembayaran di Indonesia tetap tidak diizinkan secara hukum — Bank Indonesia menetapkan rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.


Kesalahpahaman Umum

“USDT sama amannya dengan dolar tunai.”

Tidak persis. USDT membawa risiko counterparty — jika Tether Limited mengalami masalah keuangan atau regulasi, nilai USDT bisa terpengaruh. Ini berbeda dari memegang dolar tunai di bank yang dijamin LPS.

“Semua stablecoin sama.”

Setiap stablecoin memiliki mekanisme dan profil risiko berbeda. USDT (fiat-backed), USDC (fiat-backed dengan audit lebih ketat), DAI (crypto-collateralized), dan stablecoin algoritmik seperti LUNA/UST yang gagal pada 2022 — semuanya berbeda secara fundamental.

“USDT selalu bernilai tepat $1.”

Dalam kondisi normal ya, tapi ada saat-saat USDT sempat diperdagangkan di bawah $0,99 atau di atas $1,01 saat terjadi kepanikan pasar atau masalah likuiditas.


Kritik

Kritik utama terhadap Tether adalah kurangnya transparansi cadangan. Tanpa audit independen yang komprehensif, tidak ada cara untuk memverifikasi secara pasti bahwa setiap USDT benar-benar didukung $1. Beberapa analis menyebut Tether sebagai risiko sistemik terbesar dalam kripto — jika cadangan Tether tidak lengkap dan kepercayaan runtuh, ini bisa memicu krisis likuiditas besar di seluruh pasar kripto.

Di sisi lain, pendukung Tether menunjukkan bahwa USDT telah beroperasi lebih dari satu dekade dan selamat dari berbagai krisis pasar tanpa gagal bayar.


Sentimen Media Sosial

Di komunitas kripto Indonesia, USDT sering disebut sebagai “parkir” — “parkir dulu ke USDT” ketika pasar tidak pasti. Ada juga lelukungan tentang Tether dan cadangannya: “Duit di Tether aman ga? Jawabannya: dari dulu ditanya, dari dulu dijawab ‘aman’.” Kontroversi cadangan Tether adalah topik perennial di Twitter kripto global dan komunitas Indonesia ikut mendiskusikannya secara aktif.


Istilah Terkait


Lihat Juga


Sumber